Terasa Manfaatnya, Pemkot Serang Masukkan Honorer ke BP Jamsostek

0
993 views
Dari kiri: Yoyo Wicaksono, Ipiyanto, Didin Haryono, Maman Lutfi, dan Kusna Ramdani usai penandatangana kerja sama.


SERANG – Pemkot Serang secara bertahap memasukkan pegawai honorer dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan di BP Jamsostek karena bermanfaat bagi kesejahteraan pegawai dan keluarganya. Seperti honorer di Dinas Lingkungan Hidup Daerah, Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan UMKM, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Perjanjian kerja sama penyelenggaraan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pegawai non ASN ditandatangani Rabu (26/2) oleh Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Utama Serang Didin Haryono bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Ipiyanto, Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan UMKM Yoyo Wicaksono, Kepala Satpol PP Kusna Ramdani, dan Kepala Dinas Perhubungan Maman Lutfi.

Sebanyak 621 honorer di Dinas Lingkungan Hidup Daerah dan 76 honorer Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan UMKM masuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), 120 honorer Dinas Perhubungan dan 250 honorer Satuan Polisi Pamong Praja masuk program JKK, JKM, dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Ipiyanto menuturkan, pada awalnya tidak respek saat ada pegawai BP Jamsostek menawakan program jaminan sosial karena karena mengira penawaran asuransi kesehatan. Namun setelah mendapatkan penjelasan dan mengetahui manfaat programnya, Ipiyanto langsung setuju dan memasukkan pegawai non ASN di dinasnya pada program JKK dan JKM.

“Seminggu setelah memasukkan honorer ke BP Jamsostek, ada pegawai kami yang bertugas mengangkut sampah meninggal. Meski baru masuk seminggu di BP Jamsostek, ahli warisnya mendapatkan santunan Rp42 juta,” ungkap Ipiyanto usai penandatanganan kerja sama.

Proses penyerahan santunan BP Jamsostek, kata Ipiyanto, sangat mudah dan cepat. Pihaknya hanya membantu mengurus surat keterangan kematian dan data ahli waris, santunan langsung diserahkan ke ahli waris. “Dua hari lalu ada lagi honorer yang meninggal. Kami bersykur dengan adanya program ini karena ahli waris mendapatkan santunan,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, iuran masuk BP Jamsostek dari gaji pegawai honorer. Mereka baru ikut program JKK dan JKM, tapi ingin juga ikut program Jaminan Hari Tua (JHT).

Pada kesempatan itu, Kepala BP Jamsostek Kantor Cabang Utama Serang Didin Haryono menjelaskan, BP Jamsostek memberikan perlindungah dari risiko sosial kecelakaan kerja atau meninggal kepada para pekerja mulai dari perjalanan berangkat kerja, di tempat kerja, hingga pulang kerja. Iuran bagi pegawa non ASN cuma Rp16.800 setiap bulan untuk dua program yaitu JKK dan JKM.

“Jika peserta mengalami kecelakaan kerja, biaya perawatan dan pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh BP Jamsostek. Biayanya unlimited. Bila meninggal karena kecelakaan kerja, santunannya 48 kali dari upah atau gaji yang diteriama. Atau bila meninggal bukan karena kecelakaan kerja, santunannya Rp42 juta,” jelas Didin.

Tak hanya itu, jika peserta meninggal dan masih memiliki anak yang masih sekolah maka BP Jamsostek akan memberikan beasiswa untuk dua anaknya hingga ke perguruan tinggi. “Nilai beasiswanya Rp174 juta untuk dua orang anak. Dibiayai pendidikannya dari TK sampai kuliah,” ungkap Didin. (aas)