Terasdaud Dinilai Bersih dan Nol KDRT

LEBAKWANGITim 5 juri Lomba Kampung Bersih dan Aman (LKBA) Kabupaten Serang 2019 menilai, lingkungan RW 07, Kampung Terasdaud, Desa Terasbendung, Kecamatan Lebakwangi, bebas sampah. Kurun waktu tiga bulan terakhir, perkampungan itu juga nol kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Lingkungan RW 07, Kampung Terasdaud, giliran dikunjungi oleh tim juri, Rabu (20/11). Sebelum tim 5 juri LKBA datang, belasan warga telah berkumpul di pos ronda sejak pagi. Mereka bersiap menyambut kedatangan tim juri yang berjumlah empat orang. Terdiri dari, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Dinas Pertanian Kabupaten Serang, Polda Banten, dan Radar Banten.

Kesiapan Terasdaud terlihat dari banner yang dipasang warga di jalan masuk kampung mereka. Banner itu bertuliskan ‘Selamat Datang Tim Penilai Kampung Bersih dan Aman’. Sebagai penghias jalan masuk kampung, warga memasang umbul-umbul menggunakan batang bambu. Suasana Terasdaud menjadi semarak.

Ketika tim 5 juri LKBA datang dan berkeliling kampung, aparatur Desa Terasbendung dan warga Terasdaud ikut mendampingi. Dodi Suharto, anggota tim juri, menilai, pastisipasi dan penyambutan warga Terasdaud sangat bagus. Lingkungannya juga sudah bersih dan tertata. Tim juri tidak menemukan sampah berserakan di sepanjang jalan lingkungan dan halaman rumah warga.

“Bersih dan amannya sih sudah oke, tinggal melakukan beberapa tahap lagi,” kata Dodi, perwakilan juri dari Dinas Pertanian Kabupaten Serang, kepada Radar Banten.

Menurut Dodi, Terasdaud berpotensi mendapat nilai tinggi. Lingkungannya tidak hanya bersih dari sampah, tetapi juga asri. Banyak pohon di perkampungan itu. Kendati demikian, Dodi menyarankan agar warga Terasdaud memperbanyak tanaman bunga. Sebab, bunga masuk kriteria penilaian. “Kalau banyak bunga, pasti lebih bagus,” cetusnya.

Anggota tim 5 juri LKBA lainnya, Iptu Mukhayat menyatakan, tim juri tidak menemukan kasus KDRT di Terasdaud. Penilaian itu didasarkan pada hasil wawancara kepada sejumlah warga Terasdaud. Serta, karena warga sering mendapat sosialisasi terkait keamanan seperti KDRT dan bahaya narkoba dari Polsek Lebakwangi.

“Tingkat keamanannya sudah bagus. Hanya pos rondanya perlu dilengkapi alat keamanannya,” kata Mukhayat mengingatkan warga dan pengurus lingkungan di Terasdaud.

Staf Pemerintah Desa Terasdaud Aminudin mengaku, akan segera melengkapi kekurangan yang disampaikan oleh tim juri. Pihaknya berencana menanam bunga di depan pekarangan rumah warga. “Sabtu (23/11), kita fokuskan menanam bunga supaya penilaian tahap kedua nanti hasilnya lebih bagus,” harapnya. (mg06/don/ira)