Fitri Juliana alias Devi (32) saat diperiksa di Polres Serang.

SERANG – Fitri Juliana alias Devi (32), warga Kampung Bangun Masjid, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, tega menghibisi nyawa kekasihnya, Eno Supriyati (45). Jasad Eno ditemukan tergeletak di lantai kontrakannya, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, dengan luka memar di bagian belakang kepala dan leher.

Mantan karyawan pabrik gelas di Cikande, Kabupaten Serang ini, akhirnya diringkus Tim Reskrim Unit Jatanras Polres Serang di rumahnya, Rabu (17/2/2016) malam, setelah 8 bulan buron. Pada kasus pembunuhan ini, petugas mengamankan barang bukti batu bata, baju, dan tas korban.

Menurut pengakuan tersangka, peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (27/5/2015) sekitar pukul 14.00 WIB. Hubungan kasih dengan korban, diakui tersangka sudah berjalan selama tiga bulan. Tersangka juga mengaku pernah melakukan hubungan intim dengan korban.

Sebelum peristiwa terjadi, tersangka mengaku dihubungi korban untuk datang menemuinya. Menggunakan sepeda motor A 4030 L, tersangka mendatangi kosan korban. “Hubungan saya dengan Eno sudah berlangsung tiga bulan dan pernah berhubungan layaknya suami isteri dengan korban,” kata Devi di ruangan Unit Jatanras, Kamis (18/2/2016) siang.

Setiba di tempat kosan, tersangka jengkel mendapati kekasihnya sedang menerima tamu laki-laki. Yang lebih menyakitkan, belum juga duduk, tersangka malah disuruh membelikan air minum galon isi ulang. “Saya sakit hati, setiap ada tamu laki-laki saya selalu dimintai tolong membelikan sesuatu (makanan dan minuman). Begitu saya kembali, tak berapa lama si tamu langsung pamit. Saya curiga. Dia (Eno) masih melayani laki-laki lain,” kata Devi.

Yang lebih mencurigakan, lanjut tersangka, usai ada tamu, Eno minta diantarkan ke toko untuk membeli handphone (HP). Pulang dari membeli HP, tersangka memberanikan diri menasehati agar kekasihnya bertobat dan tidak lagi menerima tamu laki-laki. “Ges ulah ngatur-ngatur (udah jangan ngatur-ngatur),” ujar Devi, menirukan jawaban korban setiap dinasehati.

Karena perkataan itu, tersangka kesal. Lalu mencekik korban. Korban sempat berteriak. Namun tersangka yang sudah kalap akhirnya membenturkan kepala korban ke lantai berulang-ulang. Setelah diyakini korban tewas, tersangka langsung melarikan diri.

AKP Arrizal Samelino, Kepala Satuan Reskrim Polres Serang, membenarkan terungkapnya kasus pembunuhan tersebut. Menurut Kasat, hasil pemeriksaan, tersangka mengaku melakukan penganiayaan seorang diri hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Hasil visum, ada luka memar di bagian belakang kepala dan leher korban.

“Luka ini sesuai dengan dengan pengakuan tersangka yang telah mencekik dan membenturkan kepala korban. Untuk motifnya, kareba cemburu dan kesal, korban sering menerima tamu laki-laki,” terang Kasat seraya mengatakan tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. (Wahyudin)