Terbawa Arus, Kapal Roro Kandas

Penumpang KMP Titian Nusantara dievakuasi menggunakan kapal tugboat bersandar di Pelabuhan Merak, Rabu (23/5).

PULOMERAK – Kapal motor penumpang (KMP) Titian Nusantara kandas di Pulau Balak setelah terbawa arus, Rabu (23/5). Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, tetapi sebanyak 111 penumpang menjadi panik.

Kapal itu bertolak dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak sekira pukul 04.39 WIB. Di perjalanan, arus laut begitu kencang sehingga membawa kapal keluar lintasan hingga akhirnya kandas di Pulau Kandang Balak, Lampung. “Kapal itu kandas dan tidak bisa melanjutkan perjalanan,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fahmi Alweni saat dikonfirmasi, kemarin.

Berdasarkan manifest yang tercantum, Kapal Titian Nusantara membawa muatan antara lain sepeda motor dua unit, pikap sembilan unit, kendaraan kecil satu unit, truk berukuran sedang delapan unit, truk berukuran besar tiga unit, dan bus besar tiga unit. “Penyebab pasti kandasnya kapal itu kami belum mengetahui betul,” kata Fahmi.

Sementera itu, Ketua DPC Indonesia National Ferry Owners Assosiation (INFA) Merak Hasyir Muhammad menjelaskan, kapal dengan muatan 108 orang dewasa dan tiga anak-anak itu kandas sekira 3 mil dari Pelabuhan Bakauheni. Menurutnya, hal itu terjadi karena faktor cuaca bukan karena faktor kapal. “Enggak ada mati mesin, ini murni akibat faktor cuaca,” ujar Hasyir saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon selular.

Berdasarkan ketarangan yang dihimpun, saat kejadian di wilayah yang dilintasi kapal banyak kabut yang mengganggu jarak pandang. Kondisi itu diperparah dengan arus bawah yang cukup besar sehingga menyeret kapal ke luar lintasan dan kandas di Pulau Balak. “Tidak ada korban jiwa. Kapal berhasil dievakuasi sekira pukul 07.00 WIB. Para penumpang ditampung di ruang tunggu bawah. Di atas kapal KMP Titian Nusantara tinggal kru kapal dan kendaraan saja,” jelasnya.

Untuk melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Merak, para penumpang dipindahkan ke kapal Dharma Rucitra 1 milik PT Dharma Lautan Utama. Sementara, kendaraan bermotor tetap berada di kapal. “Kapal di-anchor (baca:engker) hingga perairan Merak dan tidak dioperasikan sementara,” ujarnya.

Menurut Hasyir, kapal itu sengaja tidak dioperasikan sementara, karena akan dilakukan pemeriksaan oleh pihak terkait. “Setelah bongkar muatan di Pelabuhan Merak, KMP Titian Nusantara langsung di-anchor-kan dan tidak dioperasikan sementara sebelum dilakukan pemeriksaan,” paparnya.

Berdasarkan informasi yang diterima Radar Banten, KMP Titian Nusantara merupakan kapal penyeberangan milik perusahaan PT Prima Eksekutif. Kapal itu merupakan buatan tahun 1994, dengan kapasitas penumpang 1.047 orang dan 124 kendaraan campuran. Hingga kejadian kandas kemarin, kapal itu tercatat berusia 24 tahun.

Untuk proses evekuasi dilakukan dengan menunggu air pasang terlebih dahulu. Kapal baru bisa dievakuasi sekira pukul 12.30 dengan cara ditarik oleh dua tugboat Tb Merak dan Tb Muara Sejati.

Sementara itu, Manajer PT DLU Cabang Merak Sunaryo saat dikonfirmasi membenarkan bahwa penumpang yang berada di KMP Titian Nusantara itu dievakuasi oleh kapal Dharma Rucitra 1 milik perusahaan penyeberangan itu. Namun, menurutnya, tidak semua penumpang yang melanjutkan perjalanan menggunakan kapalnya. “Hanya beberapa saja. Kalau yang lain, saya tidak tahu pakai kapal apa,” tuturnya. (Bayu M/RBG)