Terbelenggu Istri Orang Lain

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

1. Cinta Rumit

Henri (32), nama samaran, punya hobi nyeleneh. Di usianya yang masuk kepala tiga, dia punya hobi mengencani wanita-wanita bersuami. Hobi ini meneruskan kebiasaannya gonta-ganti pacar di saat muda. Ketika di usia matang, Henri tidak lagi menyukai wanita single.

Hobi ini membawanya ke dalam kisah cinta rumit. Namun sebelum masuk kepada kisah itu, perlu kita bahas dulu siapakah Henri sebenarnya?

Tubuhnya yang atletis serta pribadi yang ramah membuatnya mudah disukai lawan bicara, khususnya kaum wanita. Sementara tentang alasannya menyukai wanita bersuami, lantaran mereka lebih berpengalaman di atas ranjang.

Dari semua wanita, hanya satu orang yang tidak pernah ia kencani. Dia adalah Hayati (34), sahabatnya sejak SMA. Hayati yang kini bekerja di sebuah lembaga konsultasi pernikahan, ia anggap sebagai tempat curhat sempurna. Hayati baginya adalah sahabat, adik, sekaligus kakak. “Kalau ke cewek yang ini, saya enggak berani macam-macam Mas. Masalahnya dia kenal sama ibu bapak saya. Sekali laporan, bisa-bisa kena marah sebulan penuh,” ujar Henri.

Saat ditemui Radar Banten, Henri tengah curhat kepada sahabatnya ini. Ia mengaku resah karena terjebak situasi yang tidak ingin ia alami. “Saya sedang alami kisah aneh, pokoknya rumit lah,” katanya.

Menurut Henri, kisahnya ini dimulai ketika ia digandrungi sebuah kelompok wanita beranggotakan tante-tante girang. Henri sering kali diajak kencan oleh mereka secara bergiliran. “Awalnya saya kenal dengan satu wanita, beberapa kali saya kencan dengan dia. Lalu saya dikenalkan dengan temannya, saya pun kencan dengan dia. Lalu teman-teman lainnya banyak yang ingin kenalan dan kencan dengan saya. Saya juga melayani mereka. Lha kok lama-lama saya merasa seperti gigolo,” ujar Henri.

Mendengar pengakuan Henri, Hayati pun tertawa terkekeh-kekeh. Ia mengatakan jika Henri sudah berada di jalan yang telah dipilihnya. “Kamu kan senang dengan dunia seperti itu. Cari-cari perempuan lalu kamu kencani, kemudian cari lagi agar kamu bisa kencani. Nah sekarang Tuhan kasih kamu perempuan-perempuan yang senang cari lelaki. Pas dong kalau begitu,” ujarnya.

Hayati pun menasihati, ia menilai bahwa hal tersebut adalah sebuah teguran dari Tuhan. Sebuah karma atas apa yang selama ini dilakukan Henri sejak masa remaja, dengan tujuan agar Henri segera insyaf. “Ini karma, apa yang kamu lakukan sedang dibalas oleh yang di atas. Makanya segera berhenti main perempuan, cari jodoh yang benar. Memangnya kamu enggak mau punya istri tetap, lalu punya anak?” tanya Hayati.

Sejak remaja, Henri memang dikenal sebagai cowok yang senang gonta-ganti pacar. Kebiasaannya itu ia lanjutkan hingga masa kuliah dan masuk di dunia kerja. Biasanya Henri tidak pernah memilih-milih wanita. Siapa pun yang suka dengannya, lalu cocok satu sama lain, Henri siap mengajak kencan. Hanya saja selama dua tahun terakhir, ia menilai wanita bersuami lebih bersemangat saat berada di atas ranjang dibandingkan wanita single. “Cewek yang single itu pasif, kalau yang bersuami aktif. Selain itu, sensasinya juga berbeda. Ada rasa takut ketahuan suami, jadi terasa seru begitu,” aku Henri.

Hayati pun tepuk jidat, bibirnya terbuka lebar tidak bisa menahan tawa. Sambil geleng-geleng kepala, Hayati bertanya berapa tante yang sudah dia kencani. “Memang itu grup tante ada berapa orang?” tanya Hayati. “Sekitar 15 orang, mereka sering kumpul untuk arisan,” jawab Henri.

2. Tak Ingin Ditinggal

Dari belasan para tante tersebut, lanjut Henri, ada satu tante yang sangat kencang ingin selalu dikencani. Wanita itu bernama Lasmini (samaran), seorang istri juragan beras di Banten. “Lasmini yang sering minta kencan dengan saya,” ujar Henri.

Dari Lasmini itu, Henri dikenalkan kepada para tante lain sesama grup arisan. Lasmini lebih agresif dibandingkan para tante lain. “Dia enggak tua-tua amat, cuma tiga tahun di atas saya,” aku Henri.

Hanya saja, pertengahan 2014, Lasmini memperlihatkan sikap aneh. Sepertinya ia benar-benar jatuh cinta kepada Henri. Karenanya, Lasmini sering mengganggu kencan Henri dengan teman-temannya. Bahkan Lasmini mulai melarang Henri berkencan dengan wanita lain. “Dia jadi posesif,” terang Henri.

Menanggapi sikap Lasmini, Henri tidak keberatan. Toh, Lasmini wanita paling muda dan cantik di antara grup arisan tersebut. Bahkan sedikit demi sedikit, Henri pun merasakan cinta kepada Lasmini. “Kayanya saya juga cinta dia,” aku Henri kepada Hayati.

Henri menerangkan, Lasmini memang ketagihan dengan belaian Henri lantaran ia sering ditinggal suami ke Kalimantan. “Ibu suaminya sakit-sakitan, jadi lebih sering di Kalimantan dibandingkan di rumah. Makanya dia sering sendirian di rumah, lalu saya sering diajak kencan olehnya,” aku Henri.

Keduanya berhasil merahasiakan hubungan gelap. Namun yang namanya bau kecut pasti tercium juga, Henri dan Lasmini kepergok berduaan oleh suaminya akhir Desember lalu.

Rumah tangga Lasmini pun di ujung tanduk, suaminya melayangkan permohonan cerai ke Pengadilan Agama. Melihat kondisi ini, dalam hati Henri berharap Lasmini benar-benar bercerai. “Kalau memang cerai, saya siap jadi suaminya,” aku Henri.

Harapan tinggal harapan, keinginan Henri sepertinya tidak akan terkabul. Sebab, Pengadilan Agama mengarahkan agar rumah tangga Lasmini dan suami kembali rujuk. “Kabar terakhir, suaminya mau memaafkan kesalahan Lasmini,” terang Henri.

Selama proses perceraian, hubungan Henri dengan Lasmini tidak mengendur. Sebab, Lasmini mengaku tidak mau lepas dari Henri. “Saya tadinya ingin mundur dari kehidupan dia, kan suaminya mau memaafkan. Tapi ternyata dia tidak mau lepas dari saya,” ujar Henri.

Parahnya lagi, Lasmini mengeluarkan ancaman bilamana Henri berpikiran akan meninggalkannya. Ancamannya, yakni akan meniduri semua teman dekat Henri. “Katanya, itu akan dia lakukan biar saya sakit hati,” kata Henri. (RB/quy/zee)