Terdakwa Politik Uang Pilkada Kota Serang Divonis 1,5 Tahun Penjara

0
104
Sidang
Ilustrasi/ Inet

SERANG – Terdakwa kasus politik uang Pilkada Kota Serang, Rusdi Firdaus (41), divonis hukuman 18 bulan (1,5 tahun) penjara. Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Senin (16/7).

Dalam persidangan yang dipimpin majelis hakim Kurnia Yani Darmono itu, Rusdi dinilai terbukti bersalah karena telah memberikan uang kepada warga agar mencoblos paslon nomor urut tiga Syafrudin-Subadri Usuludin. Rusdi juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp200 juta subsider satu bulan kurungan.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 18 bulan,” kata Kurnia di hadapan jaksa penuntut umum (JPU), kemarin.

Perbuatan lelaki pekerja serabutan asal Kampung Perumasan Baru, Kelurahan Panggungjati, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, itu dinilai telah terbukti memenuhi unsur Pasal 187 A ayat (1) UU nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Putusan pidana itu lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Serang. Sebelumnya, Selasa (11/7), Rusdi dituntut pidana tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp200 juta subsider satu bulan kurungan.

Putusan itu dijatuhkan setelah mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan. Hal memberatkan, perbuatan terdakwa dinilai dapat mengganggu kestabilan keamanan khususnya keamanan di Kota Serang. Hal yang meringankan, terdakwa telah mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. “Terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan belum pernah dihukum,” kata Kurnia.

Atas vonis tersebut, Rusdi menyatakan pikir-pikir. Sementara, JPU menyatakan akan mengajukan banding. JPU menilai vonis terdakwa tidak sesuai dengan pidana minimal sebagaimana yang diatur dalam Pasal 187 A ayat (1) UU nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). “Karena waktu yang diberikan undang-undang itu cuma tiga hari untuk menyatakan sikap. Jadi, tidak seperti pidana umum tujuh hari,” ujar JPU Kejari Serang Selamet.

Pelimpahan Politik Uang Batok Bali

PN Serang juga telah menerima pelimpahan kasus politik uang atas tersangka Kasman. Dia ditahan penyidik karena diduga telah mengarahkan warga di Lingkungan Batok Bali, Kota Serang untuk memilih salah satu paslon pada Pilkada Kota Serang, Rabu (27/6) lalu. “Sudah resmi dilimpahkan ke PN. Besok (hari ini) sidangnya. Hakimnya sudah ditunjuk, Pak Imanuel, Pak Selamet sama Pak Chairil,” kata Panitera Muda (Panmud) Pidana PN Serang Feri Ardiansyah kepada Radar Banten.

Dalam perkara tersebut, turut dilimpahkan barang bukti pecahan uang Rp20.000, Rp40.000, Rp80.000, dan Rp100.000 yang digunakan Kasman untuk memengaruhi warga. Sidang perdana politik uang ini ‎akan dimulai dengan agenda pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi. (Rifat A/RBG)