Terdampak Proyek Tol Cinere-Serpong, Warga Tutup Akses Truk

CIPUTAT – Warga perumahan Bukit Nusa Indah, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel memblokir jalan. Aksi itu dipicu jalan perumahan mengalami kerusakan karena dilintasi truk proyek pembangunan Tol Cinere – Serpong.

Jalan perumahan yang terbuat dari paving blok tersebut retak-retak dan bergelombang yang terjadi di jalan utama perumahan. Kerusakan terparah terjadi di Jalan Swadaya dan Jalan Merapi. Akhirnya, warga menutup akses masuk truk proyek tol.

Salah satu penghuni, Dina menyatakan, truk melintas sejak pukul 03.00 WIB. Ia berharap ada jalan lain menuju pembangunan proyek tol tanpa harus masuk ke jalur permukiman. ”Aktivitasnya hampir sepanjang hari. Makanya, jalan yang terbuat konblok rusak parah,” ucapnya.

Ada pemblokiran tersebut, truk proyek dialihkan menuju Jalan Raya Serua, masuk melalui pintu proyek yang dekat dengan Kompleks Pertanian. Adanya protes tersebut, kontraktor tol melakukan perbaikan.

Pimpinan proyek PT Cinere Serpong Jaya, Muhammad Irsan menginstruksikan untuk diperbaiki. ”Jalan Nusa Indah yang rusak akibat kegiatan proyek tetap akan diperbaiki oleh kontraktor Waskita,” ujarnya. ”Jalan yang rusak dibongkar diratakan dipadatkan dengan alat dan paving bloknya dipasang kembali,” tambahnya.

Terpisah, Koordinator Divisi Advokasi dan Investigasi Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH), Jupry Nugroho menyatakan, seharusnya Pemkot bisa menerapkan Peraturan Wali (Perwal) Kota Nomor 3 Tahun 2012 mengenai pengaturan waktu operasi kendaraan angkutan barang atau truk. Aturan tersebut secara jelas pada pasal 1 ayat (2) mengatur terkait jam operasional yaitu pukul 22.00-05.00 WIB lalu pada ayat (3) Pengaturan kendaraan angkutan barang pada ayat (1) diperuntukan bagi Ruas Jalan Raya Serpong (Batas Kota Tangerang – Batas Kabupaten Bogor). Dan ayat (4) Pengaturan waktu operasi angkutan barang untuk ruas Jalan Raya Bhayangkara, Jalan Raya Soetopo, Jalan Raya Puspiptek, Jalan Raya Siliwangi, Jalan Raya Pajajaran, Jalan Otista, Jalan Surya Kencana, Jalan Raya Setia Budi, Jalan RE. Martadinata, Jalan Moh. Toha, Jalan Raya Pondok Cabe dan Jalan Ir.H. Djuanda akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Walikota.
”Saya sudah mengadukan persoalan banyak truk dengan tonase besar melintas tidak sesuai jam melalui siaran Tangsel. Tapi, tanggapannya, kendaraan besar tersebut merupakan proyek strategis nasional,” terangnya.

Jika pun truk besar tersebut sedang mengerjakan Proyek Pemerintah pusat, sambungnya, apakah bisa menabrak aturan yang ada, jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat banyak. ”Sebagai masyarakat kami mendesak Dinas Perhubungan untuk menindaklanjuti persoalan tersebut dan Polres Tangsel jangan hanya berpangku tangan. Jika perlu ditindak tegas sesuai ketentuan jangan tebang pilih,” tukasnya. (Wahyu S/RBG)