CIBEBER – Malang nian nasib Eko Yulis Susanto (33). Belum sempat menikmati hasil jarahannya, instruktur marchingband dan Palang Merah Remaja (PMR) di SMP Negeri 5 Cilegon ini terpaksa harus berurusan dengan polisi.

Eko ditangkap setelah Polsek Cibeber berhasil membekuk Jon’Al alias Dion (41), pelaku pencurian handphone rumah kosong di PCI, Kota Cilegon. “Saya diajak oleh Jon’al untuk mencuri. Saya bertugas mengawasi situasi di luar rumah, sementara Jon’al yang masuk (rumah-red),” ungkapnya, Senin (2/2/2015).

Di hadapan petugas, Jon’al mengaku menjarah tiga unit handphone milik mantan majikannya dalam aksi itu. Namun sayang, kepada Eko, ia mengaku hanya menjarah dua unit handphone saja. “Saya tidak tahu dia ngambi tiga (hanphone-red), ngakunya ke saya cuma dua. Malah saya belum kebagian apa-apa dari dia,” katanya.

Kendati mengaku menyesali perbuatannya itu, namun hal itu tidak dapat menyelamatkannya dari jerat hukum. Pasalnya, polisi sudah menyiapkan pasal 363 ayat 1 dan 2 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan kepada dirinya, dengan ancaman maksimal lima tahun kurungan penjara. Ajakan mencuri dari Jon’al itu, kata dia, diterima lantaran dirinya sedang tidak bekerja. “Selama ini saya biasa ngajar PMR dan bantu bantu buat lagu untuk marching band SMP 5. Penghasilannya tak tentu, tergantung kalau lagi dibutuhkan, saya dipanggil untuk ngajar,” katanya. (Devi Krisna)