Terduga Maling Tewas Diamuk Warga di Curug

0
1.289 views
RUSAK: Junher (ibu kandung Yusup) menunjukkan kusen jendela kamar depan rumah Yusup yang dicongkel maling, kemarin (22/2).

SERANG – Peradilan rakyat terjadi di Kampung Gimtung, Kelurahan Pancalaksana, Kecamatan Curug, Kota Serang, Rabu (22/2) dini hari. Seorang pemuda tewas di tangan warga. Pemuda itu Sahrul Gunawan. Dia dituding maling.

Sahrul Gunawan menjadi korban setelah mendatangi rumah milik Yusup sekira pukul 03.00 WIB. Pemuda asal Kabupaten Lebak ini ditemani seorang kawannya. Dugaan warga, kedua pemuda ini hendak mencuri barang berharga di dalam rumah Yusup dengan cara mencongkel jendela kamar depan.

“Tadinya mencongkel pintu belakang. Karena masih ada pintu lagi, enggak jadi. Mereka ke depan, jendela dicongkel,” jelas Lurah Pancalaksana Fachrurozi di lokasi kejadian, kemarin siang.

Ketika Sahrul Gunawan dan temannya mencongkel jendela kamar depan rumah Yusup itulah tetangga Yusup bernama Mistri memergokinya. Spontan, Mistri berteriak maling. Sahrul Gunawan dan temannya kaget dan panik. Mereka lari, berusaha menyelamatkan diri. Begitu pun Yusup, ikut kaget dan bergegas keluar dari rumahnya.

“Dua-duanya (Sahrul Gunawan dan temannya sambil berlari-red) ngacungin golok,” tutur Fachrurozi.

Mistri tidak gentar. Dengan bekal sebilah celurit, dia mengejar kedua terduga maling tersebut. Dari jarak sekira sepuluh meter, Mistri melemparkan celuritnya dan mengenai betis kanan Sahrul Gunawan.

“Sambil pincang-pincang lari ke arah ladang di sana,” jelas Fachrurozi menunjukkan ladang warga yang dia maksud.

Teriakan-teriakan Mistri juga didengar oleh beberapa warga yang sedang memancing di kolam pemancingan, sekira sepuluh meter dari rumah Yusup. Tanpa dikomando, para pemancing itu ikut mengejar Sahrul Gunawan dan temannya.

Nahas, luka di betis kanan akibat sambitan celurit membuat Sahrul Gunawan tak kuat lagi berlari. Dia ambruk di tengah ladang. Warga yang sudah beringas menjadikannya bulan-bulanan.

“Yang satunya (teman Sahrul Gunawan-red) kabur. Kayaknya bawa motor, disimpan di arah (Kecamatan-red) Petir,” duga Fachrurozi.

Amukan warga membuat Sahrul Gunawan kepayahan. Dalam kondisi kritis, terduga maling tersebut dilarikan ke RS dr Drajat Prawiranegara, Kota Serang. Namun, pemuda ini tewas sebelum mendapat perawatan medis. Dari dalam tas yang dibawa Sahrul Gunawan, warga menemukan kunci Y, obeng, enam bungkus rokok, dan mesin bor kayu.

Pantauan Radar Banten, rumah Yusup masuk wilayah Desa Kampungbaru, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Pancalaksana. Di samping rumah Yusup, berdiri rumah milik Mistri. Rumah mereka agak berjauhan dengan rumah warga lain.

Tepat di belakang rumah Yusup dan Mistri ada aliran sungai kecil. Sementara, di samping dan depan rumah mereka hanya hamparan sawah dan ladang.

“Dua rumah ini memang sudah langganan maling. Kerbau, padi, bebek, ayam habis dimalingin. Kalau ini berhasil dimaling, sudah delapan kali,” ungkap Fachrurozi.

Kendati salah satu terduga maling tewas di tangan warga, Wakapolres Serang Kota Komisaris Polisi (Kompol) Tidar Wulung Dahono menyatakan, kasus dugaan pencurian itu tetap diselidiki. “Intinya penyelidikan. Cuma yang terhadap bersangkutan, diduga melakukan perbuatan (pencurian-red) itu meninggal dunia, dieliminir. Yang satunya (kawanan Sahrul Gunawan-red), tetap dilakukan penyelidikan,” terangnya saat ditemui di halaman Kejati Banten tadi malam.

Soal kematian Sahrul Gunawan, menurut Tidar, menyerahkannya kepada pihak keluarga. Polisi akan mengusutnya jika keluarga Sahrul Gunawan menyampaikan laporan.

“Ini kembali ke sebab. Sesuai KUH Pidana, seseorang yang masuk pekarangan rumah orang lain, pemilik berhak melakukan pembelaan dari pemilik rumah,” kata Tidar.

Polisi mengimbau warga agar menjaga keamanan lingkungannya tanpa melakukan tindakan di luar batas hukum. “Kita juga sudah lakukan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan),” pungkas Tidar. (Merwanda/Radar Banten)