Terduga Teroris Ditangkap di Lebak

0
343 views

LEBAK – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI), AZ, di Jalan Sunan Bonang, Kelurahan Muara Ciujung Barat, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (9/11) siang. Tim Densus kemudian melakukan penggeledahan di kediaman terduga teroris di Neglasari, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak.

Ketua RT/RW 06/08 Kampung Neglasari, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, Dayat mengatakan, AZ tinggal di rumah rekannya Wijan di Neglasari sejak tiga minggu. Dia menempati lantai dua di rumah itu. Sedangkan pemilik rumah yang berprofesi sebagai penjual es krim tinggal di lantai bawah.

“Saya ikut menyaksikan penggeledahan yang dilakukan oleh Densus 88 Mabes Polri. Tidak ada barang-barang mencurigakan ditemukan di kamar tersebut,” kata Dayat kepada Radar Banten, Senin (9/11).

Terduga teroris yang ditangkap  berasal dari Lampung. Di rumah Wijan, terduga teroris AZ mengaku hanya singgah. Mereka kenal sejak di Lampung ketika Wijan menjadi penjual es krim, sedangkan AZ berjualan sosis di Lampung. Diduga bangkrut, AZ menghubungi Wijan dan berniat untuk belajar berjualan es krim kepada sahabatnya itu.

“AZ enggak lapor sih (kepada ketua RT-red). Di sana, dia tinggal bersama anak dan istrinya,” jelasnya.

Terkait aktivitas AZ selama tinggal di Neglasari, Dayat mengaku, tidak memperhatikan kegiatan AZ selama berada di kampung tersebut. Namun untuk Wijan merupakan sosok yang baik di masyarakat. Dia bahkan aktif di berbagai kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan.

“AZ ini DPO (daftar pencarian orang-red), dia ditangkap di luar, bukan di Neglasari. Setelah ditangkap, tim Densus melakukan penggeledahan. Hasilnya, enggak ada barang mencurigakan. Saya juga ikut mendampingi tim Densus,” jelasnya.

Sementara sumber Radar Banten di Polda Banten menyebutkan bahwa AZ alias Ahyar alias Epson (45)  adalah  Ketua Qoid Qodimah JI. Ia diamankan bersama dengan istri dan anaknya. “Iya ada giat teroris di Lebak, hari Minggu kemarin. Ada anggota (Polda Banten-red) yang dikirim ke sana (membantu pengamanan-red),” kata anggota Polda Banten yang enggan disebut namanya, Senin (9/11). 

Informasi yang diperoleh Radar Banten, AZ diamankan petugas pukul 11.03 WIB. Dari rumah yang ditempati AZ petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua unit ponsel, tiga buah kartu ponsel, SIM C, SIM A, KTP, uang tunai Rp1,5 juta dan dua lembar kertas yang berisi nomor ponsel. “Saya tidak ikut ke sana (Lebak-red), ada junior yang ikut,” katanya.

Sumber Radar Banten yang lain di Polda Banten menyebut sebelum melakukan penangkapan, aktivitas AZ telah dipantau Densus 88. “Informasinya memang sudah dipantau, tapi saya tidak ikut ke sana (pemantauan-red). Informasinya cuma satu yang dibawa (ke Jakarta-red),” kata perwira menengah Polri ini.

PENCEGAHAN

Sementara Kabid Humas Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Edy Sumardi Priadinata saat dikonfirmasi mengatakan penangkapan AZ dilakukan dalam rangka pencegahan oleh Satgaswil Banten Densus 88/AT Mabes Polri.

“Iya benar bahwa Densus 88 Mabes Polri ada melakukan penangkapan satu orang terduga teroris. Penangkapan merupakan langkah preventif atau pencegahan yang dilakukan oleh Satgaswil Banten Densus 88/AT Mabes Polri,” kata Edy.

Edy mengatakan, AZ langsung dibawa ke Jakarta. Proses pemeriksaan awal, kata dia, tidak dilakukan di Mapolda Banten. “Terduga langsung dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pendalaman,” kata mantan Kapolres Kampar, Provinsi Riau tersebut.

Saat proses penangkapan terduga teroris tersebut, Polda Banten sebagai satuan wilayah yang sifatnya membantu pengamanan. Penangkapan AZ dibantu oleh Polres Lebak yang dipimpin Kapolres Lebak Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Mulyana. “Kita kerahkan personel untuk membantu pengamanan di lapangan,” tutur Edy.   

Sebelum mengamankan AZ, tim Densus 88 Polri mengamankan enam terduga teroris lain di beberapa lokasi di Lampung, Batam, dan Sumatera Barat (Sumbar). Empat terduga teroris yang diamankan di Lampung yakni SA, I, S dan RK. Keempatnya diduga tergabung dalam kelompok Immarudin Banten dibawah kepemimpinan Para Wijayanto.

Dari keempat terduga teroris itu, petugas mengamankan puluhan barang bukti. Sementara di wilayah Sumatera Barat, polisi mengamankan AD. Ia merupakan terduga jaringan teroris dari kelompok Ansor Daulah. Terakhir, terduga teroris berinisial MA. Ia diamankan di wilayah Banten. Diduga, AW terlibat dalam Jamaah Anshor Daulah.

Terkait empat terduga teroris yang ditangkap di Lampung, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Awi Setiyono menyebut,  mereka ditangkap pada Jumat dan Sabtu 6-7 November 2020 pukul 12.10 WIB  di lokasi berbeda. “SA ditangkap di rumahnya di Jalan Kucing, Kelurahan Purwosari, Kota Metro, S di Jalan Tanjung Pura, Panjang, Bandarlampung, I dan RK ditangkap di Pringsewu,” kata Awi.

Awi menambahkan, empat terduga teroris itu memiliki jabatan masing-masing. S merupakan anggota dari Kelompok Imarrudin asal Banten, S merupakan Bendahara Struktur Adira Lampung, I merupakan orang yang memberikan dana kepada Imarrudin, dan RK Sekretaris Adira Lampung.

“Dari penangkapan tersebut, Tim Densus mengamankan puluhan barang bukti,” katanya.

Para terduga teroris ini  berencana akan melakukan amaliyah di beberapa kota di Pulau Jawa. Dalam penangkapan itu, Tim Densus 88 telah menyita barang bukti berupa handphone, laptop, senapan angin, ketapel, dan beberapa buku terkait jihad. (tur-mg05/alt)