Terduga Teroris Pegawai PT KS, Tokoh Masyarakat di Kampungnya

SERANG – QK (54), pegawai Krakatau Steel (KS) yang diamankan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri, Rabu (13/11) lalu, dikenal sebagai tokoh masyarakat oleh warganya. Penangkapan QK tersebut membuat warga kaget. Apalagi, QK dengan masyarakat sering membaur.

“Orangnya sudah dianggap sebagai tokoh masyarakat. Dia orangnya terbuka dengan masyarakat lain. Ada acara warga dia hadir, acara keagamaan juga,” kata Erwan, ketua RT tempat tinggal QK saat ditemui wartawan di rumahnya di Legok, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Jumat (15/11).

Erwan mengaku, tidak tahu penangkapan tim Densus 88 terhadap QK. Sebab, saat penangkapan, dirinya sedang berada di Kota Cilegon. “Saya sedang dinas malam waktu itu. Cuma kemarin ada komunikasi lewat HP (handphone-red). Kalau penangkapannya saya belum tahu (apakah di rumah atau di kantor KS-red),” ujarnya.

Erwan menuturkan, QK merupakan pendatang dari Jawa dan telah lama menetap di Kota Serang. Selama bertahun-tahun tinggal di Legok, QK dikenal warga pribadi yang baik. Bahkan QK pernah ditunjuk warga untuk menjadi ketua RT.

“Hubungan dengan masyarakat baik makanya dia pernah menjadi ketua RT. Jujur kami sama sekali tidak menyangka (ditangkap Densus 88-red),” ucapnya.

QK dikatakan Erwan memiliki lima orang anak dan satu orang istri. Dari keluarganya itu QK tidak terlihat memunculkan aktivitas yang mencurigakan. “Anaknya ada, sudah punya mantu dua. Yang sekolah juga ada. Untuk kegiatan (aktivitas keluarga-red) seperti biasa, enggak ada yang mencurigakan,” katanya.

Kamis (14/11) siang sekira pukul 14.00 WIB, tim Densus 88 melakukan penggeledahan terhadap rumah QK. Petugas dari Polsek Taktakan sempat menghubungi Erwan untuk diminta mendampingi saat pencarian barang bukti. Namun, saat diminta menyaksikan, Erwan mengaku sedang bekerja.

“Kemarin saya ditelepon anggota Polsek Taktakan. Saya diminta untuk mendampingi (penggeledahan-red), tapi kebetulan saya enggak bisa. Ada dari Densus, Gegana juga katanya di sana (rumah QK-red),” katanya.

Namun, saat disinggung mengenai barang bukti yang disita petugas, Erwan mengaku, tidak mendapat informasinya. “Kalau itu (barang bukti-red) enggak tahu apa,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Taktakan Ajun Komisaris Polisi (AKP) Tusiran membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan tim Densus 88 di rumah QK. Namun, dia mengaku, tidak tahu mengenai barang bukti yang diamankan. “Kemarin memang ke sini (Densus 88-red). Saya enggak tahu apa yang diambil, lebih baik tanyakan langsung ke pimpinan karena saya tidak punya kewenangan untuk menyampaikan kasus ini (terorisme-red),” kata Tusiran.

Jumat (15/11) sekira pukul 15.00 WIB, Radar Banten menelusuri rumah QK. Berbekal data yang didapat, Radar Banten berhasil menemukan rumah QK. Tampak rumah QK tertutup dan lingkungan sekitar sepi. Kendati sepi, masih ada aktivitas warga di dekat rumah QK.

Saat Radar Banten menanyakan penangkapan terhadap QK, warga yang enggan menyebut namanya itu mengaku tidak tahu. “Saya enggak tahu kalau soal itu (penangkapan QK-red). Tapi, saya kenal orangnya,” tuturnya. (mg05/air/ira)