Sejumlah korban penipuan saat mendatangi Polres Cilegon

CILEGON – Diiming-imingi paket promo perjalanan umroh murah, ratusan warga diduga menjadi korban penipuan sebuah perusahaan travel umroh, PT Ghazya Indonesia. Kesal janji keberangkatan ke Tanah Suci tak kunjung terwujud, warga akhirnya melaporkan Novi Budipurwanti, Direktur perusahaan travel ke Mapolres Cilegon, Kamis (21/1/2016) malam tadi.

“Keberangkatan (umroh) kami sesuai dengan janjinya itu tanggal 26 Desember lalu. Tapi selalu ditunda-tunda beberapa kali,” ungkap Madsuta (45), salah seorang korban.

Madsuta adalah ketua salah satu kelompok rombongan yang terdiri dari 47 calon jamaah. Dalam perjalanannya, kata dia, jamaah sudah menyetorkan uang yang bervariasi, antara Rp13,5 juta hingga Rp25,5 juta dan sempat dua kali menjalani manasik umroh. “Pelaku ini sudah janji, kalau ada pertemuan lagi dengan kita, dia akan memberikan visa dan tiket, tapi tidak pernah ada. Alasannya itu macam-macam, mulai dari cuaca buruk sampai anggaran untuk tiket dan visa itu dibawa kabur sama orang yang ia tunjuk,” katanya.

Selain dirinya, kata dia, masih ada kelompok lain yang jumlah calon jamaahnya lebih banyak lagi. “Yang paling menyakitkan saya lagi, saya sebagai pegawai negeri sudah mengajukan cuti untuk berangkat,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Radar Banten Online, polisi bergerak cepat atas adanya laporan korban tersebut. Saat ini Novi Budipurwanti dan satu orang lainnya yeng belum diketahui identitasnya sudah diamankan di Mapolres Cilegon. (Devi Krisna)