Polisi saat menggerebek warung Mahyudin

CILEGON – tergiur untung besar, Mahyudin (56), Warga RT 05 RW 04 lingkungan Cikerut, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon nekad menyisipkan penjualan minuman keras (miras) di warung sembako miliknya. Tidak tanggung-tanggung, ia menyimpan ribuan botol miras masih dalam kemasan kardus berbagai merek. Tak hanya di warung, miras dengan kadar alkohol tinggi itu juga ia simpan di rumahnya yang terdapat di belakang warung.

“Kalau dirata-rata, sehari itu biasa saya jual paling dikit 10 botol. Paling kecil keuntungannya itu Rp10 ribu perbotol. Misalnya anggur (miras), dari sananya Rp45 ribu, saya jual Rp55 ribu,” ujar Mahyudin, sesaat setelah warungnya digerebek oleh petugas gabungan, Rabu (30/12/2015) sore.

Penjualan miras itu ia lakukan di tengah-tengah permukiman padat penduduk. Kedatangan petugas yang menggerbek warung Mahyudin, sontak mengundang perhatian warga sekitar. “Saya baru setahun ini jualan begini. Barangnya (miras) ini titipan dari distributor,” katanya.

Di tempat yang sama, Kasubag Binops Polres Cilegon AKP Dedi Rudiman yang memimpin langsung penggerbekan itu mengatakan, giat itu merupakan bagian dari operasi cipta kondisi yang dilakukan pihaknya dan dibantu oleh Kodim 0623 Cilegon dan Satpol PP Cilegon jelang pergantian tahun. “Dalam rangka penyidikan, barang bukti miras ini akan kita sita, karena melanggar ketentuan Perda Cilegon tentang Miras. Kadar alkohol yang dijual malah sampai dengan 15 persen,” ujarnya. (Devi Krisna)