Terinspirasi Puisi Gus Mus, Honorer K1 Banten Ungkapkan Kekecewaan Ke Kemenpan-RB

0
718 views
ilustrasi (foto: Istimewa)

SERANG – Ratusan honorer Kategori 1 (K1) Provinsi Banten kembali mengungkapkan kekecewaannya kepada Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) atas ketidak jelasan pengangkatan mereka sebagai PNS.

Kali ini, para honorer K1 mengungkapkan kekecewaanya dengan membuat puisi yang terinspirasi karya Gus Mus dengan pilihan diksi yang menggambarkan isi hati para honorer. “Udah menggantung sejak 2012, sejak keluarnya surat edaran Menpan-RB No 3 tahun 2012 tentang Daftar Honorer K1 dan Daftar Nama Honorer K2 di Banten ada 781 orang, sejak itulah sampai sekarang menggantung,” ujar Koordinator Honorer K1 Banten Endang Suherman, Rabu (11/1).

Dengan karya sastra tersebut, Endang berharap Kemenpan-RB mendengar dan merasakan keluhan para Honorer K1 Provinsi Banten dan segera memberikan kejelasan atas status mereka.

Berikut puisi karya lara Honorer K1:

Kau bilang pengangkatan honorer itu bentuk pernghargaan negara atas pengabdian rakyatmu, namun kau buat sejuta aturan.
Kau bilang harus ikut verifikasi- validasi yang kau lakukan, aku ikuti namun kau sendiri yang tidak percaya pada hasil kerjamu sendiri…

Kau ini bagaimana?
Kau sendiri yang memeriksa berkasku dan bilang bahwa aku honorer K1 bersama temanku yang sudah diangkat, tapi mengapa kau sendiri yang tidak mengakuinya…

Aku harus bagaimana?
Kau sendiri yang bilang bahwa Aku K1 berjumlah 781 orang, tapi mengapa baru kau akui sebanyak 300 orang.
Kau suruh aku mengajukan keberatan, aku mengajukannya tapi kau malah tidak menanggapinya…..

Kau ini bagaimana?
Kau minta gubernurku datang padamu, beliau datang tapi mengapa kau bilang padanya moratorium; sementara untuk saudaraku: kab donggala, tanah toraja, dan Papua kau tidak mengatakanya begitu, malah kau kabulkan dengan memberikan haknya….

Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh untuk bersabar, aku bersabar tapi mengapa kau sakiti aku dengan suratmu itu…
Aku yang dulu kau bilang memenuhi syarat untuk diangkat, tapi kini kau sendiri mengingkarinya…

Kau ini bagaimana?
Ku yakin kau sangat tahu bahwa aku dan temanku yang sudah diangkat memiliki berkas yang sama, kau sendiri kini yang bilang bahwa kami berbeda.

Aku harus bagaimana?
Kau bilang harus ikuti aturan, aku ikuti aturan kau bilang kini aturan itu sudah tidak berlaku lagi…

Kau ini bagaimana, atau aku harus bagaimana?

Serang, Januari 2017
Terinspirasi dari Puisinya Gus Mus, untuk Pak MenpanRB prihatin atas nasib sisa K1 Pemprov Banten.

(Bayu)