Terjebak Banjir, Satu Keluarga di Carita Meninggal Dunia

Petugas siap terjun ke lokasi bencana untuk memberikan bantuan.

SERANG – Terjebak banjir di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, empat orang yang diduga satu keluarga meninggal dunia di dalam mobil Daihatsu Xenia. Informasi tersebut diungkapkan Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten Agus Hendy di kantor BPBD Provinsi Banten.

“Informasinya, diduga satu keluarga meninggal di dalam mobil terkena banjir bandang. Empat orang. Ada ibu, sopir, dan dua anak. Sampai sekarang kita masih melakukan pendataan jumlah korban,” papar Agus, Senin (25/7).

Dari keterangan masyarakat, lanjutnya, mobil tersebut terseret arus di Kampung Cangkara, Desa Sukajadi, Kecamatan, Carita. Mobil sempat terseret karena derasnya arus air. “Untuk data nanti kita berikan lebih lanjut, kita perlu memastikan terlebih dahulu,” ujarnya.

Untuk diketahui, bencana banjir kembali menerjang sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Informasi yang dihimpun, beberapa daerah yang terkena terjangan banjir tersebut diantaranya, Cigading, Ciwandan, Anyer, Cinangka, Sirih, Pasauran, Carita dan Labuan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencama Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, untuk wilayah Kabupaten Serang, yang terkena banjir Kecamatan Anyer. “Ada tiga desa yang terkena terjangan air, dua rumah hancur, sampai sekarang untuk kerugian dan korban masih kita lakukan pendataan,” ujar Nana Sukmana, Senin (25/7).

Sampai saat ini pihaknya sedang terus melakukan evakuasi dan pertolongan pertama kepada masyarakat sekitar yang terkena dampak bencana alam tersebut. “Tim gabungan dari BPBD, Badan SAR Dinas Sosial udah turun, bantuan juga sudah dikirim,” ujarnya.

Di Anyer, banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa jam kemarin. Volume air sungai yang meningkat tajam di tambah rob, sehingga air sungai tidak tertampung ke laut. “Akibatnya, air meluap ke permukiman masyarakat,” paparnya. (Bayu)