CILEGON – Sejumlah perwakilan masyarakat Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, menghadiri rapat dengar pendapat atau hearing yang digelar di ruang rapat DPRD Kota Cilegon. Dalam hearing tersebut turut hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Buchori, Camat Grogol Hudri Hasun, dan manajemen PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI), serta anggota Dewan yang diwakili Ketua Komisi II Abdul Ghoffar dan anggota Badar Gumelar.

Digelarnya hearing tersebut sebagai tindak lanjut aksi warga Gerem yang menggelar aksi unjuk rasa pada 21 Februari terkait kesempatan kerja yang menjadi aspirasi masyarakat Gerem yang selama ini kurang didengar oleh pihak MCCI. Namun setelah digelarnya hearing tersebut, akhirnya ada titik terang yang selama ini tidak diketahui oleh warga.

General Affair dan CSR PT MCCI M Reza Maulana mengatakan, selama ini warga meminta transparansi adanya kesempatan kerja yang ada di PT MCCI.

“Setelah kita hearing, akhirnya diketahui. Ternyata persoalannya cuma miss understanding atau salah paham aja. Jadi, para pemuda Gerem tidak tahu kalau pekerjaan non-skill itu sifatnya borongan atau diserahkan ke pihak ketiga,” katanya kepada wartawan usai hearing, kemarin (5/3).

Reza menjelaskan, intinya cuma masalah transparansi saja. Tapi untuk pekerjaan non-skill, pihaknya tidak bisa mengintervensi. Itu lantaran soal rekrutmen tenaga kerja atau helper sepenuhnya menjadi tangung jawab pihak ketiga atau kontraktornya.

“Cuma, kita punya komitmen untuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja non-skill ini kita wajib menggunakan tenaga kerja lokal Kelurahan Gerem,” jelas Reza.

Kata Reza, soal kesempatan kerja di PT MCCI, pihaknya selalu terbuka untuk masyarakat. “Bahkan kami selalu open house. Kalau ada apa-apa, silakan datang saja kepada kami. Termasuk untuk persoalan kesempatan kerja juga kita sudah serahkan kepada pihak Kelurahan Gerem,” ujar Reza.

Dikatakan Reza, jika memang warga mau mempertanyakan kesempatan kerja di PT MCCI, bisa langsung mendatangi kantor kelurahan. “Mekanismenya seperti apa, tanyakan saja langsung kepada pihak kelurahan,” tutur Reza lagi.

Sementara Camat Grogol Hudri Hasun mengatakan, persoalan ini memang sudah diserahkan kepada kelurahan dan sudah ada timnya. “Dulu saya juga pernah menjabat Lurah Gerem. Dan, memang sudah ada mekanismenya. Tidak ada persoalan sampai saya tidak lagi menjabat Lurah Gerem,” kata Hudri.

Hudri menduga, jika akhirnya persoalan ini mencuat, berarti titik masalahnya ada di lurah. “Kalau yang dikasihkan ke RT itu sekitar 40 orang, jadi 60 atau 70 orang lagi ke mana sehingga ada ketidakpuasan dari masyarakat.” imbuhnya.

Lantaran hal itu, Hudri menegaskan, akan segera mengomunikasikannya dengan Lurah Gerem dan akan segera mengevaluasinya. “Soal ini kan sudah lima tahun ditangani oleh Kelurahan Gerem. Kenapa sekarang mencuat. Nanti akan kita tanyakan langsung kepada pihak kelurahan atau lurahnya,” tegas Hudri.

Terpisah, salah satu staf Kelurahan Gerem Jazuli membenarkan, rekrutmen tenaga kerja di PT MCCI itu diserahkan kepada pihak kelurahan. “Terkait rekrutmen tenaga kerja warga Gerem, sudah sesuai dengan mekanisme melalui Kelurahan Gerem dan tokoh masyarakat seperti RT se-Kelurahan Gerem. Itu rutin untuk shutdown atau over whole mesin produksi,” terang Jazuli.

Kata Jazuli, PT MCCI bagi pihak kelurahan dan warga Gerem sudah seperti salah satu bapak angkat masyarakat Gerem. Itu lantaran sewaktu-waktu bisa diajak bicara soal kemajuan masyarakat Gerem. “Apalagi sudah sering memberikan CSR (corporate social responsibility) kepada masyarakat,” ujar Jazuli.

Ketika ditanya mengapa masih ada masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa, kata Jazuli, soal itu biasa. “Yang namanya adil kan enggak mesti sama. Jadi, memang soal ini semuanya sudah berjalan sesuai dengan mekanisme yang berlaku selama ini,” tandasnya. (Bayu/Umam)