Terkait Proyek Strategis Nasional, Presiden Jokowi Apresiasi Banten

0
1.416 views
Presiden Jokowi. Foto: Radar Solo/dok.JPNN.com

SERANG – ‎Pemerintah pusat hanya membatalkan proyek pembangunan terminal liquefied petroleum gas (LPG) berkapasitas 1 juta ton di Provinsi Banten. Proyek ini dikeluarkan dari daftar proyek strategis nasional (PSN) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang PSN.

Sementara untuk‎ sebelas proyek strategis nasional di Banten lainnya, di antaranya pembangunan empat jalan tol baru diputuskan untuk tetap dilanjutkan karena pemerintah pusat menilai progresnya cukup bagus.

Sekda Banten Ranta Suharta mengungkapkan, ikut mendampingi Gubernur Wahidin Halim yang diundang Presiden Jokowi menghadiri rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (14/6) lalu, membahas proyek strategis nasional di sejumlah daerah termasuk di Provinsi Banten. “Rapat terbatas bersama Presiden, itu bagian dari evaluasi kesiapan daerah. Banten progresnya cukup bagus dan presiden mengapresiasi, sementara beberapa daerah yang lain banyak yang belum siap. Hanya satu proyek yang dibatalkan di Provinsi Banten,” kata Ranta kepada wartawan, Kamis (15/6).‎

Menurut Ranta, pelaksanaan proyek strategis nasional terkait tanggung jawab dari pemerintah daerah dinilai bagus. Dari 12 proyek strategis nasional di Banten, pemerintah pusat melepas proyek pembangunan Terminal LPG Banten kapasitas 1 juta ton per tahun, karena berorientasi pada business to business sehingga tidak perlu backup dari pemerintah. “Karena itu lebih pada bisnis ke bisnis, jadi pemerintah mempersilakan dikembangkan oleh Pertamina dengan mitranya. Jadi istilahnya bukan dibatalkan, tetapi tidak masuk lagi dalam proyek strategis nasional,” katanya.

Berbeda halnya dengan proyek jalan Tol Serang-Panimbang yang akan membuka akses masyarakat terutama di Banten Selatan yang dinilai disparitasnya cukup tinggi dengan Banten Utara.‎ “Tol Serang-Panimbang kan bukan sekadar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, tetapi ini membuka akses ke Banten Selatan. Pak Presiden mengapresiasi karena progres di Banten cukup bagus, sehingga sebelas proyek nasional lainnya tetap dilanjutkan bahkan diinstruksikan kepada kementerian supaya dipercepat. Kalau daerah lain itu ada yang diblok karana progresnya lambat,” kata Ranta.

Menurut Ranta, Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam pertemuan itu juga menekankan agar Pemprov Banten memerhatikan disparitas antara Banten Selatan dengan Utara. “Pak JK justru lebih hapal soal disparitas itu. Beliau minta yang harus diperhatikan ke depan itu selatan karena disparitas terasa dengan utara. Penekanannya, kalau ada investor supaya diarahkan ke Bansel, tetapi harus dipilih investasinya jangan merusak lingkungan,” katanya.

Sementara untuk sebelas proyek nasional lainnya Presiden Jokowi menginstruksikan kementerian terkait untuk segera direalisasikan. Terutama jalan tol, seperti Tol Serang-Panimbang dan Tol Balaraja-Serpong. “Bahkan Presiden Jokowi kepada kementerian agar anggaran sekitar Rp 700 miliar untuk pembebasan Serang-Panimbang kalau ada kekurangan harus disupport lagi. Dan itu harus segera selesai. Posisi sekarang sudah apraisal, pematokan sudah, tapi di Lebak ada tanahnya Perhutani, itu kementerian agar segera menyelesaikan,” jelasnya.

Terkait proyek pembangunan terminal LPG yang dibatalkan, lanjut Ranta, akan diserahkan kepada Pertamina dan mitra bisnisnya oleh pemerintah pusat. “‎‎Pembangunan terminal LPG awalnya akan dibangun di Kota Cilegon, dengan pertemuan kemarin proyek itu resmi batal,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur Wahidin Halim optimistis proyek strategis nasional bisa terealisasi di Banten. “Saya optimistis dengan apa yang kemarin Pak Jokowi katakan, duitnya juga ada. Hanya kesulitan pembebasan lahan. Tapi progresnya bagus, proyek kereta api juga sudah jalan, lainnya juga sudah identifikasi,” kata Wahidin Halim kepada wartawan usai memimpin Rakorpimda kesiapan menghadapi Idul Fitri 2017 di Pendopo Gubernur, KP3B.

‎Alasan pemerintah pusat membatalkan pembangunan terminal LPG di Banten, menurut Wahidin karena dianggap belum terlalu strategis dan prioritas untuk dibangun. Hingga saat ini belum ada kemajuan yang berarti dalam pelaksanaan pembangunan proyek tersebut. Pemerintah pusat merasa proyek ini lebih baik dikerjakan oleh swasta dengan skema business to business saja. “Belum ada tanda-tanda (pekerjaan) terminal LPG, lebih baik di-drop saja,” ungkapnya.

Selain Terminal LPG, sebelas PSN lain di Banten. Proyek tersebut adalah, empat jalan tol (Serang-Panimbang, Kunciran Serpong, Serpong Cinere, dan Serpong Balaraja), dua bendungan (Sindang Heula dan Karian), serta proyek energi asal sampah perkotaan. Kemudian pembangunan Bandara Banten Selatan di Panimbang dan pengembangan Bandara Soekarno-Hatta (termasuk terminal 3) serta proyek kereta ekspres bandara (Soekarno Hatta-Sudirman). Satu lagi, pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas Tanjung Lesung yang sedang dibangun oleh swasta yakni PT Banten West Java Toursim Development.

Wahidin melanjutkan, untuk pembangunan Bandara Banten Selatan di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, yang sempat terhambat karena terkendala pembebasan lahan sudah ditemukan solusinya. “Kan sudah diputuskan lokasinya dipindah ke Kecamatan Sobang, masih di Kabupaten Pandeglang,” jelasnya.

Saat rapat terbatas, kata Wahidin, Presiden Jokowi mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Banten lebih tinggi dari nasional. Pada kuartal I-2017 pertumbuhan ekonomi Banten mencapai 5,9 persen dan berbanding lurus dengan penurunan pengangguran. Makanya, Presiden meminta momentum pertumbuhan ekonomi Banten dapat ditingkatkan lagi. “Ini juga agar pertumbuhan positif ini dapat tersebar merata di seluruh Banten,” tutur Wahidin.

Sementara ‎Kepala Bappeda Banten Hudaya Latuconsina mengatakan, Provinsi Banten menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan porsi cukup besar dalam pembangunan proyek strategis nasional (PSN) yang tertuang dalam Rencana Program Jangka Menengah Nasional 2015-2019 dan diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. “Jadi wajar fokus perencanaan pembangunan tahun 2018 Banten pada pemerataan pembangunan infrastruktur,” kata Hudaya. (Deni S/RBG)