Terkait Virus Corona, Gubernur Banten: Warga Jangan Panik

0
11.592 views

SERANG – Gubernur Wahidin Halim mengimbau warga untuk tidak panik terkait virus corona (Covid-19) yang sudah masuk ke Indonesia. Ia juga mengimbau masyarakat tidak memborong bahan makanan di pusat-pusat perbelanjaan sehingga menimbulkan kepanikan bagi masyarakat lain.

Orang nomor satu di Pemprov itu memastikan bahwa Pemprov menjamin stok barang kebutuhan di Banten. “Jaminan itu didapatkan setelah kami berkoordinasi dengan Bulog dan Dinas Perdagangan,” ujar WH, Selasa (3/3).

Kata dia, ketersediaan kebutuhan pokok ini diharapkan bisa menenangkan kepanikan masyarakat Banten. “Sekali lagi jangan panik, stok tidak akan habis,” tegasnya.

Ia mengaku, telah menerima laporan dari ritel-ritel yang ada di Banten bahwa telah terjadi panic buying atau masyarakat yang memborong bahan-bahan kebutuhan pokok sehingga menimbulkan kepanikan masyarakat lain karena ada kekhawatiran bahwa stok akan habis.

WH meminta masyarakat tetap tenang tapi tetap waspada dengan selalu menjaga kesehatan sebagaimana yang dianjurkan Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun pusat pelayanan kesehatan lain.

Untuk memastikan kesiapan Banten menghadapi ancaman corona,  WH telah melaksanakan rapat koordinasi dengan 113 rumah sakit (RS) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) se-Banten. Kehadiran WH dalam rakor  untuk memastikan bahwa seluruh rumah sakit di Banten, asosiasi dokter paru-paru, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama-sama menyatakan siaga menghadapi corona.

Kata dia, sejauh ini belum ada kasus corona yang terjadi di Banten. “Tapi kami pantau orang yang baru datang dari negara terjangkit. Dia tinggal di rumahnya selama 14 hari kita pantau. Jadi bukan kita kategorikan dia sakit. Siapa pun yang baru datang kita pantau,” tegasnya.

WH mengatakan, masyarakat yang sakit harus memakai masker. Sedangkan yang sehat tidak perlu. Terkait dirinya yang menggunakan masker kemarin, WH berkelit bahwa ia hanya mencontohkan saja. Selain itu, perilaku hidup bersih dan sehat juga harus dilakukan seperti mencuci tangan, hindari bersentuhan, dan jangan cium pipi kanan pipi kiri. “Tinggal lihat orang datang dari mana nih, kalau datang dari Lebak mah enggak. Kalau dari luar negeri kita waspada,” tuturnya.

Terkait kelangkaan masker, mantan anggota DPR RI ini mengatakan, pemerintah sudah memberikan ultimatum. Ia berharap, para pengusaha masker jangan memanfaatkan keadaan karena ancaman hukuman penjara dan Rp50 miliar dendanya. “Masker juga dipakai ketika posisinya sakit supaya jangan menular ke yang lain. Kalau dalam keadaan sehat enggak perlu. Yang enggak sakit jangan panik,” ujar WH. (nna/alt/ags)