Sugiono atlet Banten asal Kabupaten Tangerang. Sugiono di Kejurnas itu meraih medali perunggu untuk kelas 59 kilogram putra.

BANTEN – Kontingen Persatuan Angkat Besi Binaraga dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) Banten baru saja pulang usai mengikuti Kejuaraan Nasional Junior Senior Angkat Berat 2018 yang berlangsung di Jakarta, 15 Juli lalu. Banten harus puas membawa pulang satu medali perak dan empat perunggu.

Sekum PABBSI Banten, Albet mengaku tidak mengusung target muluk di ajang kejurnas itu. Ia menerangkan bahwa kejurnas tersebut wajib diikuti oleh Pengprov dari seluruh Indonesia. “Memang kami hanya mengirim atlet seadanya yang telah siap. Kemarin kita mengirim 11 atlet,” kata Albet, saat dihubungi Radar Banten melalui telepon seluler, Selasa (17/7).

Kata Albet, medali perak disumbangkan dari atlet putri kelas 47 kilogram. Ia mengungkapkan, hampir rata-rata peserta di Kejurnas tersebut merupakan atlet yang telah disiapkan untuk Pra-PON 2019 mendatang. Sementara atlet Banten masih jauh tertinggal. “Mereka sudah puslatprov, kebetulan di daerah-daerah sudah lebih siap. Kita masih jauh kemana-mana,” tuturnya.

Mengevaluasi hasil kejurnas, Albet menilai masih banyak yang diperlu dibenahi. Mulai dari sarana latihan, keberangkatan saat kejuaraan, hingga pembinaan. “Pertama karena memang angkat berat di Banten ini tidak ada sarana sama sekali. Sementara saat pertandingan itu luar biasa alatnya. Semua sekarang pada mahal, kami tidak punya,” katanya.

Ia berharap dukungan dari Koni Banten terkait keluhan yang dirasakan oleh angkat berat dengan menganggarkan bantuannya. Kata dia, modal semangat saja tidak akan cukup untuk bertanding di ajang yang bergengsi. “Inilah yang kami rasakan kemarin. Daerah lain, Jawa Barat, Lampung, Riau, Jambi, yang kuat-kuat saat ini didukung sarananya. Karena modal bajunya saja sudah mahal, modal satu atlet bisa mencapai 20 juta,” ucapnya.

Kendati demikian, Albet mengaku tak akan pesimis. Ia berharap atlet angkat berat Banten setelah mengikuti perhelatan Porprov Banten mendatang dapat cermerlang di kancah nasional. “Mudah-mudahan setelah Porprov kita punya tim untuk dipersiapkan di Pra-Pon,” katanya.

Sementara itu, Humas PABBSI Banten, Agan Sugandi mengungkapkan kejurnas yang berlangsung di Jakarta itu dihelat dari tanggal 10 hingga 15 Juli. Ia menilai ada perkembangan bagi Banten jika dibandingkan saat kejurnas 2017 lalu dengan satu perunggu. “Ini juga sebagai ajang menambah jam terbang bagi atlet Banten. Juga sebagai ajang pemanasan untuk Porprov Banten dan seleksi kejurda dan Pra-PON nanti. Cukup puas,” ujarnya, saat ditemui di Kantor KONI Kota Serang. (rbs/sr/ags)