Kapolres Serang AKBP Komarudin saat melihat korban pelajar asal Bogor yang tewas paska terlibat bentrokan di Kota Serang, Sabtu (17/3). (Foto: Anton Sutompul).

SERANG – Tawuran terjadi di Jalan Lingkar Kemang, Panancangan, Cipocokjaya, Kota Serang sekira pukul 20:00 WIB, Sabtu (17/3). Satu pelajar SMK YKTB 3 Bogor tewas di tempat. Korban diduga meninggal akibat tusukan benda tajam di bagian paha dan perut kiri.

Runutan kejadian ini bermula 47 pelajar dari SMK YKTB 3 Bogor berlibur ke Pantai Anyer, Jumat (16/3) menggunakan transportasi kereta api Rangkas Bitung. Tiba di Rangkas Bitung, rombongan langsung naik angkot menuju Anyer. Esok harinya, para pelajar yang masih mengenakan seragam ini pulang menuju Bogor. Namun kehabisan ongkos, mereka jalan kaki dari Cilegon menuju Serang, Banten.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan berdasarkan infrormasi yang ia terima, sesampainya di Serang para pelajar SMK YKTB 3 Bogor ini bertemu dengan kelompok lain yang belum diketahui identitasnya.  Akhirnya, tawuran pun tak bisa dihindarkan.

“Saat ini masih kami dalami dari kelompok mana, siapa pelakunya, karena kejadian juga malam hari. Kemudian dibubaran oleh kepolisaian. Diketahui ada satu pelajar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Hasil keterangan dokter, korban sudah meninggal pukul 20:55 WIB,” kata dia saat ditemui di Rumah Sakit Sari Asih, Kota Serang, Sabtu (17/3).

Korban akan dibawa ke Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara, untuk dilakukan visum. Sambungnya, berdasarkan  keterangan para saksi, pelajar  yang ia amankan bahwa, mereka bertemu dengan beberapa anak dengan menggunakan sepeda motor dan membawa senjata tajam.

“Informasi (pelaku-red) tawuran masih sekitar orang sini. Tidak ada identitas dalam tubuh korban, kami hanya melihat bet sekolah. Siswa masih berpakaian sekolah. Selesai UTS kemudian berlibur ke Pantai Anyer,” tuturnya.

Pihaknya masih melakukan interogasi terhadap 47 pelajar SMK YKTB 3 Bogor. Saat ini, kejadian tawuran masih didalami kepolisian. “Identitas korban pun belum diketahui, nomor handphone guru, keluarga pun tidak ada yang memiliki. Tapi, ada satu rekan merupakan tetangga korban. Kami masih coba dalami,” pungkasnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).