Termasuk Dataran Rendah, Tiga Desa di Padarincang Rawan Banjir

PADARINCANG – Puluhan rumah di tiga desa Kecamatan Padarincang tergenang dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter, Selasa (27/3). Ketiga desa tersebut, yaitu Citasuk, Barugbug, dan Batukuwung. Banjir diperkirakan lantaran ketiga desa tersebut merupakan dataran rendah dan berdekatan dengan aliran sungai.

Pantauan Radar Banten, kemarin siang sejumlah warga sibuk memindah-mindahkan perabotan rumah tangga yang terendam. Sebagian warga hanya termenung di teras yang terendam. Tampak beberapa anggota Babinsa Koramil TNI, petugas trantib kecamatan, dan tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ikut membantu evakuasi warga yang ingin melintasi genangan air, serta barang-barang yang masih bisa diselamatkan di rumahnya.

Babinsa Koramil Padarincang Serda Denny Rahmatullah mengungkapkan, banjir merendam puluhan rumah di tiga desa di wilayahnya. Menurut Denny, banjir akibat luapan air Sungai Cikalumpang setelah wilayah diguyur hujan lebat selama berjam-jam. Air mulai menggenangi permukiman warga di tiga desa sejak pukul 04.45 WIB. “Air mulai surut sekitar jam 11. Ada tiga desa yang terendam, Desa Citasuk, Barugbug, dan Batukuwung. Korban 125 KK (kepala keluarga) dari tiga RT. Ketinggian air rata-rata 30 sentimeter,” ungkapnya.

Kata Denny, Desa Citasuk menjadi langganan banjir setiap turun hujan dengan intensitas tinggi. Penyebab lainnya, volume air Sungai Cukalumpang yang dekat dengan permukiman kerap meluap karena sudah mengalami pendangkalan. “Jadi, tiga desa yang tergenang banjir ini rawan,” ujarnya.

Dikatakan Denny, pemerintah desa bersama unsur pimpinan Kecamatan Padarincang selalu berupaya mengantisipasi terjadinya banjir di tiga desa tersebut. Salah satunya, melakukan giat normalisasi Sungai Cikalumpang dan membangun sodetan. “Yang lebih penting harus ada tindakan dari pemerintah lebih atas lagi untuk mengeruk sungai. Soalnya, sudah dangkal. Atau pengedaman di sepanjang pinggir aliran sungai,” sarannya.

Akibat banjir langganan itu, Denny mengaku, kerap menerima keluhan warga setempat. Hal itu dipicu pasca banjir kerap banyak warga terkena penyakit gatal-gatal. “Jangan sampai banjir ini menjadi suatu rutinitas di saat turun hujan deras. Kita juga perlu memperhatikan dampaknya terhadap kesehatan warga dan lingkungan,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma menambahkan, banjir menggenangi sampai Kampung Ciseke, Desa Batukuwung. Banjir diduga akibat luapan Sungai Cikalumpang. Nana pun mengaku sudah menerjunkan anggotanya ke lokasi kejadian. “Kondisi terakhir air secara berangsur-angsur sudah mulai surut,” katanya. (Rozak/RBG)