Perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) bagi penyandang disabilitas di Sekolah Pendidikan Khusus (SKH) Negeri 01 Kota Serang, Jumat (8/3).


SERANG – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang melakulan perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) bagi penyandang disabilitas di Sekolah Pendidikan Khusus (SKH) Negeri 01 Kota Serang, Jumat (8/3).

Perekaman in untuk membantu penyandang disabilitas. Apalagi masih banyak penyandang disabilitas wajib KTP-el belum melakukan perekaman menjelang Pemilu 2019.

Menurut catatan Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil Kota Serang, ada sekira delapan ribu warga yang belum perekaman. Dari jumlah itu, 400-an penyandang disabilitas.

Kasi Identitas dan Kependudukan Iman Faturohman mengatakan, perekaman untuk menyelesaikan dua persen warga wajib KTP-el yang belum perekaman. “Jadi memang ini untuk penyelesaian pendudukan yang belum perekaman jelang pemilu 2019,” katanya di sela-sela perekaman bagi penyandang disabilitas.

Kata Iman, dari delapan ribu warga secara umum ada lima persen warga penyandang disabilitas. “Kita sisir ke komunitas disabilitas dan untuk hari ini sudah ada 50-an temen-temen disabilitas yang kita rekam,” ujarnya.

Selain ke komunitas disabilitas, pihak disdukcapil juga menyisir ke lembaga pemasyarakatan (LP), rumah tahanan (Rutan), sekolah-sekolah dan kelurahan. “Untuk yang disabilitas kesulitannya pas fisik. Yang fatal itu di sidik jari dan lensa mata. Karena pas mau foto saja itu agak susah. Jadi harus sabar,” kata Iman.

Pengurus Persatuan Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Serang Ferdi Syamsudin menjelaskan, penyandang disabilitas yang melakukan perekaman KTP-el mayoritas masuk pemilih pemula. Mereka tersebar di SKH Negeri 01, SKH Negeri 02, SKH Samanta, dan SKH Madinah. “Total yang berhasil didata Persatuan Disabilitas Indonesia Kota Serang untuk hari ini ada 50 orang,” katanya.
Relawan Demokrasi untuk Basis Disabilitas Kota Serang ini berharap, semua disabilitas yang belum perekaman bisa ter-cover semua jelang pemilu 2019. “Harapan kami setelah mereka memiliki hak pilih dan melakukan perekaman akan masuk ke DPK dan bisa menyalurkan hak pilihnya,” kata Ferdi. (Ken Supriyono)