Terminal Pakupatan Belum Penuhi Standar Kelayakan

SERANG – Terminal Pakupatan Kota Serang dinilai belum memenuhi standar kelayakan. Pasalnya, masih banyak fasilitas terminal yang belum dipenuhi untuk kenyamanan dan keamanan para penumpang.

Sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penyelenggaraan Terminal. Standar pelayanan minimal di antaranya pelayanan keselamatan, keamanan, keandalan, kenyamanan, kemudahan dan kesetaraan.

Selain itu, dalam peraturan tersebut terminal yang memenuhi standar harus menyediakan fasilitas yang memadai bagi para penumpang. Di antaranya, fasilitas ruang tunggu yang nyaman, adanya jadwal keberangkatan dan pelayanan maksimal bagi penumpang.

Kepala Terminal Pakupatan Roni Yurani mengakui, bahwa terminal Ibukota Provinsi Banten ini belum laik standar, yang mengacu pada Permenhub Nomor 40 Tahun 2015. Fasilitas-fasilitas yang disediakan pun belum memadai, seperti adanya fasilitas kesehatan bagi para sopir dan tempat bagi penyandang disabilitas.

Ia ingin pada 2019, secara bertahap, Terminal Pakupatan akan mengarah ke Permenhub 40 Tahun 2015. Untuk mencapai itu, pihaknya akan melakukan pola-pola dan tahapan perencanaan yang matang. Dalam konsepnya, ia ingin terminal di Kota Serang ini persis seperti terminal di Klaten, Jawa Tengah.

“Dana 2019 nanti secara bertahap. Dari pusat menyediakan Rp 10 miliar. Kami rubah nanti kantornya, posisi masjid, ada juga posisi kendaraan pribadi yang harus dipisahkan ketika ada yang menjemput. Tidak boleh gabung nanti dengan kendaraan umum,” terangnya, saat ditemui di kantornya, di Terminal Pakupatan, Kota Serang, Rabu (21/2).

Kemudian, lanjutnya, di terminal tersebut akan disediakan tempat khusus bagi para pedagang. Ruang istirahat bagi sopir, ruang medis, dan ruang tunggu VIP bagi penumpang. “Ruangan pemeriksaan kesehatan kami belum memadai. Nanti begitu terminal sudah memenuhi standar, di dalam terminal seluruh kendaraan harus memenuhi aturan,” katanya.

Tersedianya petugas medis dan ruang bengkel untuk sopir dan kendaraan transportasi, kata Roni, untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu mengalami gangguan teknis. Ia mengungkapkan Terminal Pakupatan memiliki luas 3 hektare. Pada luasan tersebut, ia ingin konsep bangunan ditingkat ke atas, karena untuk perluasan lahan terbentur bangunan-bangunan di sisi Terminal Pakupatan.

“Mau mengembangkan 5 hektare agak sulit. Jadi kami mengacu membangunnya ke atas. Misal ruang tunggu di atas. Nanti akan dioptimalkan,” terangnya. Kemudian ia memprediksikan, jika terminal sudah mengacu pada standar layak, jumlah penumpang akan meningkat. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)