Terminal Poris Plawad Direncanakan Bakal Dipindah

Sejumlah warga sedang menunggu bus di Terminal Tipe A Poris Plawad, Senin (20/5) lalu. Untuk menangani kemacetan di Jalan Maulana Hasanudin Terminal Poris Plawad direncanakan bakal dipindah.

TANGERANG – Terminal Tipe A Poris Plawad bakal dipindah untuk mengurangi kemacetan di Jalan Maulana Hasanudin. Pemindahan itu dilakukan pasca pengkajian penanganan kemacetan di wilayah tersebut.

Walikota Tangerang Arief R Wismansyah mengatakan, Jalan Maulana Hasanudin tepatnya di lokasi Terminal Poris Plawad sering kali macet. ”Rencananya stasiun akan kami geser agak ke dalam sekira 500 meter, semoga berdampak pada penanganan kemacetan,” kata Arief kepada awak media usai buka bersama FKUB dan wartawan di salah satu rumah makan di Jalan Jenderal Sudirman, Senin (20/5) malam.

Selain pemindahan terminal, salah satu solusi penanganan kemacetan dilakukan dengan cara membuat underpass. Namun, saat menghitung anggaran yang diperlukan terbilang sangat tinggi. ”Anggarannya kurang lebih Rp100 miliar. Itu untuk underpassnya saja, belum pembebasan lahannya,” ungkap Walikota Tangerang dua periode ini.

Kata Arief, ia juga meminta untuk melakukan penghitungan jika di wilayah itu dibuat flyover yang melalui Giant ke Poris Plawad, lalu ke Budi Indah dan berlanjut ke Daan Mogot. ”Kalau membuat flyover ternyata anggarannya lebih murah yakni Rp30-40 miliar, bisa setengahnya anggaran jika dibuat underpass. Nah nantinya masyarakat bisa lewat sana,” jelas Politisi Partai Demokrat ini.

Saat ini, lanjut Arief, Budi Asih selaku pengembang agak keberatan dengan pembuatan flyover tersebut. Namun, Arief mengaku masih terus berkoordinasi agar rencana tersebut bisa terrealisasi. ”Kami akan bahas apa yang harus dilakukan, nanti juga kami akan bangun TOD (transit oriented development) di wilayah itu (terminal Poris Plawad-red) ,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Terminal Poris Plawad Alwien Athena Alwien mengatakan, Terminal Poris Plawad bakal dijadikan TOD. Kerenanya, beberapa bagian terminal yang terlihat tidak terurus belum bisa dilakukan perbaikan. ”Ini (Terminal Poris Plawad-red) akan dijadikan TOD, tapi itu kan timnya dari pusat (BPTJ-red) dan mereka yang lebih tahu. Saya hanya mengelola agar bagimana caranya penumpang terlayani, mendapatkan tiket, dan tidak telantar,” ungkapnya. (one/asp/sub)