Terompet Tahun Baru dari Sebuah Rumah Kontrakan

0
717 views
Sutarno membuat terompet.

SERANG – Terompet tahun baru yang beredar di Kota Serang dan sekitarnya ternyata dibuat di sebuah rumah kontrakan di Cikepuh, Kelurahan Cimuncang, Kota Serang. Di kawasan yang sudah dikenal sebagai kampung perajin terompet ini terdapat beberapa perajin, salah satunya bernama Sutarno.

“Bikin-bikin terompet ini cuma musiman saja, kebetulan tahun ini bareng dengan perayaan maulid Nabi, jadi lumayan dobel pesanannya,” kata Sutarno kepada Radar Banten Online, Selasa (27/12).

Rumah kontrakan pembuat terompet.
Rumah kontrakan pembuat terompet.

Setiap hari, kata dia, jumlah terompet yang dibuat tidak menentu. Tergantung pesanan. “Sebelumnya memang saya sudah bikin dulu, dari bulan September sudah saya pasok ya kira-kira 2.000 terompet. Tapi kalau untuk setiap harinya berapa, yang dibikin itu tergantung pesanan. Kalau pasokannya sudah habis, ya paling bikin 500 terompet,” ujarnya.

Terompet hasil kreasi Sutarno beraneka macam, seperti berbentuk naga, frozen, pokemon, dan terompet biasa. Terompet-terompet itu dijual ke agen. Harga ke agen yang paling murah Rp2.000. Biasanya dijual pedagang ke konsumen Rp7.000. Sementara yang paling mahal Rp6.000. DijualĀ  ke konsumen antara Rp 10.000 sampai Rp 15.000.

Sutarno mengaku tidak mengambil keuntungan besar, yang penting usaha lancar. Setiap momen tahun baruĀ  keuntungannya antara Rp1 juta sampai Rp2 juta. “Di sini semua perajin juga ambil barangnya dari Jakarta, Kalau di sini gak ada bahannya. Kertas karton, ya juga karton murni. Sama plastik emas-emas ini juga dari Jakarta,” katanya.

Pria asal Madiun, Jawa Timur, ini sudah 30 tahun menjadi perajin terompet tahun baru. Ia yang tinggal di rumah kontrakan 3 x 3 meter, setia menjalani profesi itu demi menafkahi anak dan istrinya yang tinggal di Madiun. “Kalau hari-hari biasa saya jualan jamu keliling, naik motor. Tapi kalau lagi bikin terompet, jualan jamunya libur dulu,” katanya. (Wirda)