Terpeleset, Santri Tewas di Sungai Cidurian

0
187
Ilustrasi

CIKANDE – Ridwan Firdaus (17), santri asal Kampung Parigi, Desa Parigi, Kecamatan Cikande, tewas akibat terpeleset di Daerah Aliran Sungai (DAS) Cidurian pada Sabtu (15/10). Setelah dua hari pencarian, akhirnya jasad korban ditemukan pada Senin (17/10) kurang lebih berjarak satu kilometer dari lokasi korban terpeleset di bibir sungai.

Kepala Sub-Bidang (Kasubid) Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Hotman Siregar menceritakan, korban yang sedang main di DAS Cidurian terpeleset ketika hendak mengambil bola. Korban berhasil ditemukan dan dievakuasi sekira pukul 06.42 WIB, kemarin.

Sebelumnya, kata Hotman, pencarian dilakukan tim reaksi cepat (TRC) BPBD Kabupaten Serang, melibatkan bagian tanggap darurat (TD) dan evakuasi, bagian program dan evaluasi, Rescue SAR Pantai, dan Piket Siaga Bencana menggunakan peralatan LCR dan motor tempel. Tim melakukan pencarian sejak Sabtu. “Kita juga koordinasi dengan Pos Basarnas Banten,” jelasnya.

Senada disampaikan Nivan Zulfina, Kasubid TD dan Evakuasi BPBD Kabupaten Serang. Upaya tim melakukan pencarian terhadap korban dari TKP sampai ke arah laut membuahkan hasil. Tim dari BPBD yang diterjunkan sebanyak 15 orang, enam personel dari Basarnas, enam personel dari Palang Merah Indonesia (PMI), dan enam personel dari Tagana Kabupaten Serang.

Pencarian menggunakan dua perahu karet, dibantu satu perahu dari Basarnas, satu lagi dari PMI. “Upaya penyelamatan dari warga menyusuri sungai memakai pelampung sampai ke Tanara. Korbannya anak pesantren warga setempat. Kita juga dibantu anggota polsek dan koramil. Orangtua korban juga ada di TKP,” pungkasnya. (Nizar S/Radar Banten)