Terpergok Berduaan di Dalam Kamar, Lima Pasangan Diamankan

Petugas Satpol PP Kota Cilegon saat melakukan razia. (FOTO: dokumentasi Satpol PP Cilegon)

CILEGON – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon terus melakukan razia yustisi, kemarin. Operasi tersebut dilakukan di Kecamatan Jombang dan Purwakarta. Sebanyak lima pasangan diduga mesum pun diamankan.

Kasi PPNS pada Satpol PP Kota Cilegon Chairul Hasan menjelaskan, kelima pasangan diduga mesum itu diamankan di dalam kontrakan yang ada di dua kecamatan tersebut. Kelima pasangan itu dipergoki sedang berduaan di dalam kamar kos atau kontrakan.

Kelima pasangan itu pun dibawa oleh petugas ke masing-masing kantor kecamatan untuk dilakukan pendataan. Menurutnya, Satpol PP Kota Cilegon menduga kelimanya adalah pasangan mesum karena tidak bisa menunjukkan surat-surat jika mereka adalah pasangan suami istri. “Buku nikah, atau apa gitu yang bisa membuktikan mereka sudah menikah,” ujar Hasan kepada wartawan, Selasa (3/7).

Setelah dilakukan pendataan, petugas pun memberikan pembinaan kepada pasangan-pasangan tersebut untuk tidak melakukan kembali hal tersebut. Hal itu perlu diperhatikan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. “Razia yustisi akan terus dilakukan mengingat pasca Idul Fitri, banyak pendatang yang masuk ke Kota Cilegon dengan berbagai macam tujuan, salah satunya adalah mencari pekerjaan,” jelasnya.

Pemerintah, menurutnya, tidak bisa melarang siapa pun datang ke Kota Cilegon untuk mencari kerja, asalkan memenuhi semua aturan yang sudah ada. Namun, menurutnya, pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi, salah satunya dengan razia yustisi.

Razia itu akan terus dilakukan setiap pekan, terkait kapan dan lokasi yang mana yang akan menjadi target razia, tidak bisa diungkapkan karena razia bersifat mendadak. “Kalau diomongin kan nanti mereka pada kabur lagi. Ada yang kontrakannya tercatat sudah penuh pas kita razia enggak ada, kosong,” paparnya.

Hasan melanjutkan, langkah antisipasi pun perlu dilakukan mengingat saat ini ramai terkait aksi teror. Antisipasi itu dilakukan demi mewujudkan rasa aman di tengah-tengah masyarakat. “Untuk operasi sekarang kita tidak libatkan BNN, ke depan jika diperlukan akan kita libatkan,” katanya.

Kasi Dalops Satpol PP Kota Cilegon Suroto menambahkan, pada razia yustisi itu, selain diamankan lima pasangan diduga mesum, juga diamankan sejumlah orang yang memiliki kartu identitas di luar Cilegon dan tidak memiliki kartu identitas.

Orang-orang itu dimintai keterangan untuk mengetahui maksud dan tujuan keberadaaanya di Kota Cilegon.

“Yang KTP luar Cilegon ada 24 orang, tidak punya KTP 13 orang, itu di data di kontrakan-kontrakan dan bedeng,” ujarnya. (Bayu M/RBG)