Terpeselet, Pemancing Tenggelam di Bekas Galian Pasir

Petugas pencarian menunjuk ke arah lokasi korban terpeleset di galian belakang pom bensin Lingkar Selatan, Kecamatan Cibeber, pada Jumat (8/6).

CIKERAI – Kubangan bekas galian pasir di Lingkungan Ciberko, RT 02/RW 03, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, menelan korban jiwa. Jumat (8/6), pemancing bernama Dika (27) tenggelam setelah terpeleset saat melintas di lokasi kejadian. Hingga tadi malam, korban belum ditemukan.

Informasi yang diperoleh, Dika bersama Rois (29) dan Ahmad Rusli (46) berangkat menuju bekas galian pasir tersebut. Rois dan Ahmad Rusli membonceng sepeda motor milik Dika. Namun, beberapa meter sebelum lokasi, Rois dan Ahmad Rusli turun dari kendaraan. Sementara Dika tetap melanjutkan perjalanan dengan mengendarai motor.

Entah mengapa, Dika hilang keseimbangan. Motor beserta pemiliknya terpeleset dan terjun bebas ke dalam kubangan sedalam 20 meter. Sadar rekannya terjatuh, Rois dan Ahmad Rusli melaporkannya ke Mapolsek Cibeber dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon. Petugas yang menerima laporan mendatangi lokasi.

“Korban saat itu hendak memancing, tetapi menyisir di pinggir danau bekas galian pasir dengan membawa kendaraan motor yang dikendarai oleh saudara Dika,” tulis Kapolsek Cibeber Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dedi Rudiman dihubungi melalui pesan WhatsApp.

Dikatakan Dedi, petugas BPBD Kota Cilegon bersama polisi masih mencari keberadaan korban. Bahkan, polisi sudah meminta bantuan kepada Basarnas beserta Damkar Kota Cilegon. “Sekarang masih dalam pencarian tim. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan kepada saksi-saksi, yakni saudara Rois dan Ahmad Rusli,” kata Dedi.

Hingga tadi malam, pencarian terhadap warga Lingkungan Penakodan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, belum membuahkan hasil. Pencarian akan dilanjutkan hari ini.

“Karena memang malam itu gelap (malam hari-red), susah melakukan pencarian. Jadi, kami stop dulu dan dilanjut besok,” kata Kepala Seksi Tanggap Darurat BPBD Kota Cilegon Ahmad Mafruh.

Dikatakan Mafruh, petugas telah menggunakan metode tornado buatan atau gelombang buatan untuk mencari korban. Metode itu diterapkan agar tubuh korban muncul ke permukaan. “Korban tidak bisa berenang. Motornya juga masih belum ditemukan sampai saat ini,” kata Mafruh.

Dia mengaku, petugas menghadapi kendala dalam pencarian korban. Sebab, air kubangan sedalam 20 meter tersebut keruh. “Danau (kubangan-red) itu keruh tidak mengalir, jadi susah juga,” jelas Mafruh. (Adi/RBG)