Tersinggung Ditampar, IRT Culik Anak

0
226 views

SERANG – Tersinggung ditampar membuat ibu rumah tangga (IRT) asal Kota Cilegon Nur Safitri berbuat nekad. Dia menculik DW, anak perempuan berusia 7 tahun.

Akibat perbuatannya tersebut, Nur kini menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang dan ditahan di Lapas Kelas III Cilegon.

“Saya tersinggung ditampar Pak Udin, pamannya DW,” ujar Nur saat memberikan keterangan sebagai terdakwa di PN Serang, Rabu (18/9).

Kasus penculikan tersebut bermula saat Nur mengaku kepada suaminya, Mohammad Toha, akan menjemput anaknya di Karawang, Jawa Barat, Senin 4 Maret lalu. Sebelum menikah dengan Toha, Nur mengaku seorang janda dan
telah mempunyai anak. Lantaran tak curiga, Toha memberi uang Rp500
ribu untuk ongkos pulang ke Karawang.

Setelah diberi uang Nur ternyata tidak pergi ke Karawang. Sekira pukul 22.00 WIB dia kembali lagi ke kontrakannya di Kampung Telu, Kelurahan Jombang, Kota Cilegon. Toha sempat menanyakan keberadaan anak Nur. Namun dia membohongi suaminya dengan mengatakan anaknya sudah dititipkan dengan ayahnya di daerah Cibeber, Kota Cilegon.

“Saya enggak punya anak,” ujar Nur dihadapan Ketua Majelis Hakim Arief Hakim Nugraha. Rabu (6/9) Nur mengambil DW di rumahnya. Kepada orang tua DW, dia meminta izin mengajak anaknya jajan ke Indomaret. “Rumahnya (DW-red) dekat dengan bengkel saya kerja. Dia saya bawa ke Indomaret,” kata Nur
dalam sidang yang dihadiri JPU Kejari Cilegon Ariyani.

Saat membawa DW, Nur ternyata tidak mengajaknya membeli makanan di minimarket. Bocah tersebut justru dibawa ke kontrakannya.

Kepada Toha, Nur mengaku DW adalah anaknya bernama Bintang. “Di kontrakan sekira satu bulan dia (DW-red),” ucap Nur.

Sejak membawa DW, Nur tidak lagi masuk kerja. Dia bahkan pindah kontrakan ke Kampung Baru, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang Kota Cilegon untuk menghindari pencarian yang dilakukan oleh orangtua DW. ”Saya pindah kontrakan,” kata Nur.

Keberadaan Nur akhirnya berhasil diketahui setelah Udin, paman DW
melihatnya saat melintas. Udin pun lalu membuntuti Nur hingga berada
di kontrakan barunya. “Saya tersinggung dengan dia (Udin-red) karena tidak minta maaf dengan saya,” kata Nur.

Nur mengaku beberapa kali mencubit dan menggigit paha DW lantaran kesal tingkah
laku DW di kontrakan. “Kadang saya cubit, sama gigit,” kata Nur.

Dihadapan majelis hakim Nur mengaku bersalah. Penculikan tersebut dilakukan karena Udin bersaudara dengan orang tua DW. Selain itu juga karena Nur tidak memiliki anak. “Anaknya mau saya urus,” tutur Nur.

Usai mendengarkan keterangan Nur, sidang dinyatakan ditunda pada Rabu
pekan depan dengan agenda tuntutan JPU. Sebelumnya NUr didakwa JPU melanggar Pasal 83 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak.  (Fahmi Sai)