Tersinggung, Pemuda Asal Lampung Aniaya Pakai Airsoftgun

0
499
Deden Olehudin (duduk kaos putih) bersama barang bukti airsoftgun di Mapolsek Ciomas, Minggu (19/3). FOTO: MERWANDA

SERANG – Emosi menyeret Deden Olehudin (22) ke dalam jeruji besi. Pemuda asal Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, itu dilaporkan menganiaya Dahefi (28), Minggu (19/3). Kasus itu terjadi karena Deden tersinggung setelah dibentak korban.

Kasus itu bermula saat Deden melintas menggunakan sepeda motor di jembatan Kampung Pekalongan, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Minggu sore. Di saat bersamaan, Dahefi dan Haerudin nongkrong di jembatan.

“Saya mau keluar cari makan dari rumah bapak angkat (Arsyad, warga Kampung Pekalongan-red). Lewat jembatan ada dua orang. Pakaian rapi, aku lewat depan dia, sudah enggak jauh begitu. Dibentak, Hoi! Aku nengok, aku bilang, aya naon A (menyebut Dahefi dan Haerudin-red)? Cuma diliatin, terus bablas,” tutur Deden di Mapolsek Ciomas, Senin (20/3).

Deden kemudian melanjutkan perjalanannya. Setelah makan di warung, Deden pulang ke rumah orangtua angkatnya, Arsyad. Saat melintas, Deden kembali dibentak oleh Dahefi. Kali ini, Deden tidak terima. Dia mendekati Dahefi dan Haerudin.

“Aku mau lewat itu, dibentak. Naon dia, matana melotot. Aku berhenti. Tanyain, aya naon, A (menyebut Dahefi dan Haerudin-red)? Dijawab, kenapa? Enggak senang?” ungkap Deden.

Deden dan Dahefi pun cekcok mulut. Deden yang sudah emosi, menantang Dahefi duel. Seketika, Deden melayangkan tinju ke wajah Dahefi. Melihat korban dipukul, Haerudin mendorong tubuh Deden hingga terjatuh.

Deden bangun dan mencabut airsoftgun jenis FN dari balik pinggang kanannya. Deden mengancam Haerudin dengan airsoftgun-nya agar tidak ikut campur. “Saya enggak ingat berapa kali saya pukul (pakai airsoftgun-red). Yang pasti, lebih dari satu kali,” aku Deden.

Haerudin ketakutan dan berlari memanggil warga sekitar. Tak lama, warga datang dan mengamankan Deden ke salah satu rumah warga. Sementara, Dahefi dibawa ke rumah sakit untuk diobati.

“Saya dapat softgun beli dari teman saya, marinir di Lampung,” tutur Deden.

Dahefi mengalami luka robek pada bagian kepala hingga mengeluarkan darah. Korban juga luka lebam wajahnya. “Setelah kami terima laporan, kami mengamankan tersangka dan barang bukti. Di antaranya, airsoftgun dengan peluru lima butir,” jelas Kapolsek Ciomas Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdul Rosyid.

Atas perbuatannya, Deden disangka melanggar Pasal 351 KUH Pidana. “Untuk airsoftgun, kami sedang menunggu petunjuk dari pimpinan, kemungkinan digunakan Undang-Undang Darurat,” tandas Abdul Rosyid. (Merwanda/Radar Banten)