Terungkap! Ada Sopir Tewas di Kawasan Proyek Semen Merah Putih

Cemindo Gemilang
Penyidik Disnaker saat terjun ke lokasi kejadian.

CILEGON – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon kembali mengungkap adanya kasus kecelakaan kerja di Kota Cilegon. Laka kerja kali ini menewaskan Pahrudin (29) sopir truk PT Trans Nusantara Sejahtera (TNS), subkontraktor PT Cemindo Gemilang, produsen Semen Merah Putih.

Penyidik Disnaker Kota Cilegon, Rachmatullah mengatakan, warga Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak itu tewas setelah truk muatan klinker, material utama untuk pembuatan semen yang ia usung dari plant PT Cemindo Gemilang di Bayah, Kabupaten Lebak terbanting saat akan bongkar muatan di plant PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu (30/1/2016) malam lalu.

“Jadi klinker ini adalah muatan rutin yang disuplai TNS. Hidrolik muatan pecah, karena tidak mampu menahan muatan truk yang berlebih atau overload. Akibatnya truk terbanting, dan korban berada di dalam truk saat itu,” ujarnya.

Korban dinyatakan tewas setelah sempat dilarikan ke sebuah klinik di kawasan Cigading. Pada saat kejadian, kata dia, truk bernomor polisi BK 8366 VN itu memuat sekira 35,8 ton klinker. Padahal, kemampuan kapasitas maksimum muatan truk yakni 29,5 ton.

“Korban tewas dengan kondisi kepala pecah, dagu dan bagian dada sobek. Jadi muatan truk berlebih sekitar 6,3 ton. Kami melihat itu (kelebihan muatan) ada unsur kesengajaan, dengan kata lain di sini telah terjadi kelalaian oleh PT Cemindo Gemilang,” katanya.

Penyidik Disnaker melakukan pemeriksaan terhadap perwakilan manajemen PT Cemindo Gemilang. Pemeriksaan itu, menyusul adanya upaya menghalang-halangi kerja penyidik saat terjun ke lokasi kejadian.

“Saat ini kita masih periksa, karena ada indikasi yang kurang baik saat kita terjun ke lokasi. Pimpinan perusahaan tidak menghendaki adanya Disnaker, dengan mengatakan bahwa kasus itu tidak ada kaitannya dengan Disnaker dan telah melanggar Undang Undang kalau sampai masuk ke area (lokasi kejadian),” bebernya. (Devi Krisna)