JAKARTA – Protes terhadap pernyataan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott yang mengungkit-ungkit dana bantuan tsunami bertambah berlanjut. Bahkan bukan hanya warga Aceh yang mengungkapkan keberatan. Gerakan protes pun sudah meluas dan di media sosial muncul dengan identitas tagar (hashtag) #KoinUntukAustralia dan #CoinForAustralia

Kemarin (22/2) aksi tersebut ramai digelar saat acara car free day di Bundaran HI, Jakarta. Aksi itu digagas Koalisi Pro Indonesia dengan memasang empat spanduk besar yang bergambar PM Abbott dengan mulut disilang. “Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia sudah tak mau lagi direndahkan negara lain. Kalau memang terkumpul sampai setara dengan USD 1 miliar, tentu kami bersyukur,” ungkap Andi Sinulingga, koordinator Koalisi Pro Indonesia.

Andi menegaskan, aksi tersebut bakal terus dilakukan hingga ada permintaan maaf dari Abbott. Seusai aksi perdana itu, pihaknya mengaku berencana mendirikan posko dan melanjutkan pengumpulan koin. Nanti hasil dari pengumpulan tersebut diberikan kepada pihak Kedutaan Besar (Kedubes) Australia di Jakarta.

Sebelumnya PM Abbott mendesak Indonesia mengingat kontribusi besar Canberra dalam bantuan setelah tsunami dahsyat 2004 pada Rabu lalu (18/2). Abbott menilai Indonesia seharusnya “membayar” kemurahan hati itu dengan membatalkan eksekusi dua warga Australia yang divonis mati dalam kasus perdagangan narkoba di Bali, Andrew Chan, 31, dan Myuran Sukumaran, 33.

Di sisi lain, pihak Australia masih belum terlihat memberikan respons atas aksi tersebut.

Upaya Jawa Pos ingin meminta tanggapan kepada perwakilan pemerintah Australia pun sia-sia. Sekretaris Pertama (Humas) Kedubes Australia Laura Kemp belum mau memberikan tanggapan resmi atas isu tersebut. “Kami tidak punya komentar,” ujarnya dalam pesan singkat. (bil/c9/kim)