Terus Tumbuh, Semester I Investasi Banten Capai Rp27,2 Triliun

BKPMPT

SERANG – Ada banyak potensi besar tersimpan di Banten yang menjadi magnet bagi para investor. Kenyataan itu dibuktikan dengan masuknya Banten dalam 12 proyek nasional. Salah satu proyek sedang berjalan itu misalnya pembangungan jalan Tol Serang-Panimbang sepanjang 83,9 km. “Dampaknya akan menimbulkan potensi investasi di sektor lainnya, salah satunya investasi real estate,” kata Gubernur Rano Karno dalam berbagai kesempatan.

Menurut Gubernur Rano Karno, pertumbuhan investasi di sektor pembangunan perumahan, pertokoan, dan perkantoran di Banten terus menggeliat. Terbukti, berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Badan Koordininasi Penanaman Modal (BKPM) pada Semester I Tahun 2016, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran sebesar USD 12.9 juta dengan 12 proyek.

Artinya, investasi sektor real estate di Banten potensial dan mampu menarik investor asing.
Pergerakan investasi di Provinsi Banten terus mengalami tren kenaikan bahkan mengalami peningkatan di tahun 2016. Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang diterima oleh Badan Koordininasi Penanaman Modal (BKPM) Per April-Juni Triwulan II tahun 2016, nilai investasi untuk Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai USD 749,88 juta dari 773 proyek. Seperti triwulan pertama, PMA Banten masih di peringkat ke-3 secara nasional setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada semester I (Januari-Juni) Tahun 2016, PMA Banten masih menempati urutan tiga besar dengan capaian USD 1.650,5 juta juta dari 1.105 proyek.

Sementara untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) nilai investasinya mencapai Rp665, 18 miliar dari 163 proyek. PMDN Banten melompat jauh di urutan ke-17 yang sebelumnya berada di urutan ke-4. Pada semester I (Januari-Juni) Tahun 2016, realisasi investasi PMDN Banten menempati urutan ke-7 dengan capaian investasi sebesar Rp4,92 triliun dari 241 proyek.

“Jika diakumulasi, total realisasi investasi Triwulan II Tahun 2016 di Banten sebesar Rp10,8 triliun dari total semester I yang mencapai Rp27,2 triliun,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten Babar Suharso, baru-baru ini. Meskipun nilai investasi setiap daerah di Banten cenderung fluktuatif, namun daerah yang memiliki kawasan industri nilai investasi tetap terjaga, seperti Kota Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Tangerang.

Adapun sektor investasi yang paling banyak diburu PMDN adalah industri kertas, barang dari kertas, dan percetakan sebanyak 44 proyek dengan nilai investasi Rp189,3 miliar. Pada semester I tahun 2016, sektor investasi PMDN terbesar bergerak di sektor industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik sebanyak 55 proyek dan nilai investasi sebesar Rp778,5 miliar. Sementara PMA, sektor investasi mayoritas bergerak di bidang perdagangan dan reparasi sebanyak 181 proyek dengan nilai investasi USD 4,3 juta. Pada semester I tahun 2016, sektor investasi PMA terbesar bergerak di sektor reparasi dan perdagangan sebanyak 250 sektor dan nilai investasi sebesar USD 7,9 juta.

Dari sebaran investasi pada April-Juni Tahun 2016, nilai investasi tertinggi PMA berada di Kota Cilegon dengan nilai investasi sebesar USD 236,8 juta dan 82 proyek, disusul berturut-turut Kabupaten Serang sebesar USD 229,5 juta dan 143 proyek, Kabupaten Tangerang sebesar USD 146,5 juta dan 349 proyek, Kota Tangerang Selatan sebesar USD 64,5 juta dan 80 proyek, Kota Tangerang sebesar USD 27,7 juta dan 189 proyek, Kota Serang sebesar USD 25,5 juta dan 10 proyek, Kabupaten Lebak sebesar USD 19,2 juta dan 12 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar USD 93 ribu dan 1 proyek.

Pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kota Cilegon menempati urutan pertama dengan realisasi investasi tertinggi di Banten. Dengan rincian nilai investasi Kota Cilegon sebesar Rp293 miliar dan 15 proyek, Kabupaten Tangerang sebesar Rp267 miliar dan 89 proyek, Kabupaten Serang sebesar Rp63,8 miliar dan 29 proyek, Kota Tangerang sebesar Rp34 miliar dan 36 proyek, Kabupaten Lebak sebesar Rp5,2 miliar dan 6 proyek, dan Kabupaten Pandeglang sebesar Rp1,3 miliar, dan Kota Serang Rp443 juta dengan 5 proyek.

Sementara itu, berdasarkan negara yang menginvestasikan modalnya di Provinsi Banten per April-Juni, Singapura merupakan negara dengan nilai investasi tertinggi sebesar USD 274 juta dan 172 proyek. Selanjutnya berturut-turut, negara Jepang sebesar USD 188 juta dan 128 proyek, R.R Tiongkok sebesar USD 150,9 juta dan 57 proyek, Swiss sebesar USD 54 juta dan 14 proyek, British Virgin Islands sebesar USD 19,2 juta dan 45 proyek, Hongkong RRT sebesar USD 17,6 juta dan 27 proyek, dan Korea Selatan sebesar USD 11 juta dan 189 proyek. (ADVERTORIAL/BKPMPT Provinsi Banten)