Tetap Berhati-hati, Jalur Mudik Utara Rawan Banjir, Selatan Longsor

0
781 views
Jalur mudik selatan Bandung-Malangbong Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar. (RAKA DENNY/JAWA POS)

SELAIN kemacetan dan kecelakaan, pemudik Lebaran 2017 harus waspada pada ancaman longsor dan banjir. Peringatan itu disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal tersebut tidak lepas dari hujan yang masih turun meski saat ini sudah masuk bulan Juni.

“Potensi longsor itu mayoritas berada di daerah selatan Jawa. Sedangkan banjir di utara,” kata Kepala Bagian Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kemarin (16/6), dilansir JawaPos.com.

Sebagai antisipasi, pemerintah sudah membuat peta mudik yang dilengkapi titik rawan longsor. Di titik-titik longsor itu, BNPB bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan posko yang sewaktu-waktu atau dalam kondisi darurat bisa memberikan bantuan kepada pemudik.

Berdasar peta jalur mudik yang dibuat BNPB, lokasi rawan banjir itu berada hampir di sepanjang jalan utama jalur pantai utara (pantura). Mulai Indramayu, Cirebon, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Pati, hingga Rembang. Di Jawa Timur, potensi banjir tercatat di jalur Bojonegoro, Babat-Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Probolinggo, dan Situbondo.

Sedangkan daerah rawan longsor tercatat di jalan alternatif Batu dan Kediri. Potensi longsor juga berada di Jember, Trenggalek, dan Pacitan.

“Kalau hujan tidak merata tapi sesaat dan lebat, itu berpotensi banjir bandang dan longsor,” ujar dia kemarin.

Lebih lanjut, Sutopo menuturkan, menjelang musim kemarau, ada potensi terjadi kebakaran hutan yang cukup tinggi di Sumatera dan Kalimantan. Apalagi, menjelang libur Lebaran, saat para petugas sedang mudik atau silaturahmi, para pembakar hutan dan lahan biasanya makin leluasa bergerak. “Ini yang kami waspadai, jangan sampai kebakaran hutan nanti meluas,” jelasnya.

BNPB bersama BPBD juga mengeluarkan imbauan rutin kepada warga yang hendak mudik agar memastikan kondisi rumah sudah aman. Misalnya, seluruh kabel listrik dicabut dan tidak lupa mematikan kompor. “Imbauan ini penting karena potensi kebakaran saat rumah ditinggal mudik itu tinggi sekali. Sekarang ini saja di Jakarta nyaris tiap hari ada kebakaran,” ujar Sutopo.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Andi Eka Sakya menjelaskan, pada periode arus mudik 19-25 Juni 2017, hujan diperkirakan masih terjadi di wilayah Sumatera Utara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua Barat serta Jawa bagian barat dan tengah. Hujan ringan-sedang berpotensi terjadi pada sore, khususnya di Jawa bagian barat. (jun/mia/c10/ang/JPG)