Tetap Waspada, Cuaca Ekstrem Bisa Terjadi Lagi

ILUSTRASI/GUSTI AMBRI/KALTIMPOST

Siklon Tropis Savannah Terdeteksi

JAKARTA – Banjir di berbagai daerah seperti yang terjadi awal
Maret lalu bisa saja terulang dalam tiga hari ke depan. Badan Meteorologi
Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mendeteksi keberadaan siklon tropis
Savannah yang melintas di Samudra Hindia barat Sumatera

Analisis BMKG pada 14 Maret kemarin, siklon itu terdeteksi di sekira 1.070 kilometer sebelah barat daya Bengkulu. Bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan enam knots atau 11 kilometer per jam dengan gerakan menjauhi wilayah Indonesia.

Pada hari ini (15/3), diperkirakan siklon itu bergerak menjauh dengan kecepatan angin sekira 45 knots atau 85 kilometer per jam. Selain itu, terdapat pula pertemuan massa udara terdapat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Laut Banda, serta NTT dan belokan angin terdapat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Maluku Utara.

Kepala Bagian Humas BMKG Taufan Maulana mengungkapkan, sirkulasi siklonik merupakan pusaran angin yang menyebabkan massa udara atau uap air berkumpul. Hal itu menjadi faktor utama pembentukan dan pengumpulan awan ke pusat pusaran tersebut. “Pada sekitar dan wilayah sirkulasi tersebut berpotensi terjadi pertumbuhan awan yang signifikan sehingga dapat menimbulkan hujan lebat dan cuaca ekstrem,” kata Taufan, kemarin (14/3).

Konvergensi (pertemuan) merupakan gerakan aliran udara atau arah angin yang mengalir dan mengumpul pada suatu daerah. Biasanya wilayah-wilayah yang berada pada daerah pertemuan akan sangat identik dengan keadaan cuaca yang kurang bersahabat.

BMKG memperkirakan cuaca ekstrem hujan lebat pada tanggal 14 Maret 2019 untuk wilayah Riau, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Papua.

Untuk tanggal 15 Maret 2019 juga berpotensi hujan lebat terjadi di wilayah Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, dan Papua.

Sementara hari selanjutnya pada tanggal 16 Maret 2019, cuaca ekstrem juga berpotensi terjadi di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir pada 14 Maret 2019 berada di Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jabodetabek, Jogjakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, dan Maluku.

Pada tanggal 15 Maret 2019 wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jabodetabek, Jogjakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Maluku juga berpotensi hal serupa.

Hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir pada tanggal 16 Maret 2019 juga berpotensi di wilayah Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jogjakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Maluku.     

Selain cuaca ekstrem, Taufan mengatakan, Savannah juga bisa memicu gelombang laut tinggi rata-rata 2,5 hingga empat meter mulai dari perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa, hingga Sumbawa, Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas bagian selatan, Samudra Hindia barat Bengkulu hingga selatan NTB. (JPG/RBG)