Tetap Waspada, Gelombang Tinggi Landa Banten Selatan Beberapa Hari ke Depan

Tri Tjahjo
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Klas I Serang, Tri Tjahjo.

SERANG – Sejak Rabu (8/6), rob (banjir air laut) melanda pesisir Kabupaten Pandeglang dan Lebak. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Klas I Serang, Tri Tjahjo mengungkapkan, gelombang tinggi yang terjadi di Banten bagian selatan dikarenakan sejajarnya antara bumi dan bulan yang sering disebut dengan spring tide.

BMKG memperkirakan fenomena tersebut masih berlangsung hingga hari ini. “Gelombang tinggi yang terjadi beberapa hari lalu mencapai puncak pada tanggal 9 Juni kemarin. Namun hari ini, menurut perkiraan kami akan selesai, namun jika anomali positif suhunya hangat itu masih berlangsung tapi tidak besar,” ujarnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/6).

Gelombang masih akan terjadi, namun akan melemah pada tanggal 11 hingga 13 Juni nanti. Daerah yang terkena dampak gelombang tersebut yakni Banten bagian selatan meliputi Cikeusik, Bayah dan Malingping. Saat ini tinggi gelombang masih berkisar 2,5 meter.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih belum dapat memperkirakan gelombang yang sama akan kembali datang. “Kami tidak dapat memperkirakan, karena harus dilihat siklus bulanan. Kami belum bisa tentukan kapan gelombang tersebut akan terjadi lagi, namun BMKG hanya dapat memprediksi itu seminggu ke depan dan harus bekerjasama dengan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional),” jelasnya. (Wirda)