Tiang Listrik Roboh, Hampir Satu Kelurahan di Cilegon Gelap Gulita

0
576 views

CILEGON – Sebuah tiang listrik di lingkungan Gerem Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, ambruk, Kamis (19/3/2015). Akibatnya, listrik padam dialami oleh sekira 20 lingkungan di kelurahan tersebut, lantaran tiang yang ambruk itu tersambung ke enam gardu.

Hasifudin, salah seorang warga setempat, mengungkapkan, sebelum roboh, tiang tersebut sempat mengeluarkan percikan api yang sempat membuat warga panik ketakutan. “Saya lagi ngopi di seberang jalan, tiba-tiba kabel listrik dari seberang jalan nyala, yang disamping juga pada nyala semua. Lalu tiang itu tiba-tiba turun, untung nyangkut di kabel telepon. Kalau nggak, mungkin saya sudah ketimpa,” katanya, Kamis (193/2015).

Percikan listrik yang menyala itu, jelas Hasif, disusul dengan adanya ledakan sebelum akhirnya tiang itu ambruk. “Sempat ada ledakan juga, warga disini pada panik semua. Apalagi ada nyala api di kabel. Saya sendiri langsung kabur, motor saya tinggal saja, takut kesambar listrik,” tambahnya.

Kondisi itu, diperparah pula dengan kondisi badan tiang listrik yang tersangkut di kabel sambungan telpon yang melintang di jalan yang menjadi akses masuk utama menuju beberapa lingkungan di Kelurahan Gerem. Meskipun tersangkut dan tidak menyentuh tanah, namun tidak ada pengendara yang berani melintas karena khawatir tersambar listrik.

Salah seorang warga lainnya, Roihatul Jannah mengungkapkan, robohnya tiang listrik tersebut membuat lebih dari 20 lingkungan di Kelurahan Gerem mengalami mati listrik. “Semua pada mati lampu, sampai kampung paling belakang. Sekitar 20 kampung yang mati lampu,” ujarnya. Menurut Jannah, tiang yang roboh memang sudah lama retak, namun tak kunjung diperbaiki petugas.

Sementara itu, Ragum, pengawas teknik listrik PLN wilayah Cilegon, mengatakan pemadaman itu hanya berlangsung sementara, dan pihaknya akan segera menggantinya dengan tiang yang baru. “Harapan kami penggantian tia bisa cepat, jadi listrik warga juga bisa cepat nyala,” katanya. (Devi Krisna)