Tiap Sore, Jalan Surianeun-Dungushaur Jadi ‘Sirkuit Balap’ ABG

Balap Liar
Dua orang remaja melakukan balap liar di Jalan Surianeun-Dungushaur, Rabu (27/1/2016) sore. (Foto: Herman)

PATIA – Diduga akibat kurangnya pengawasan dari aparatur kepolisian, setiap menjelang sore, Jalan Surianeun-Dungushaur kerap dijadikan arena balap oleh para remaja di Kecamatan Patia. Aksi kebut-kebutan yang dilakukan para remaja itu tentunya sangat meresahkan, karena selain tidak menghiraukan pengguna jalan yang lain, juga kerap melakukan tindak anarkis.

Ditemui ketika hendak menyeberang di ruas Jalan Surianeun-Dungushaur, warga Desa Dungushaur, Saeful Bahri mengaku risih terhadap maraknya balap liar tersebut. Ia pernah melihat ada warga yang menjadi korban aksi ugal-ugalan para remaja di ruas jalan tersebut. “Beuh, risih kalau ada anak-anak yang ngetrek (balapan-red). Dulu juga sempat ada kecelakaan warga yang sedang menyeberang, tertabrak. Korban mengalami luka cukup serius karena bagian tangan dan kakinya cedera, bahkan sempat jatuh ke sawah,” katanya tanpa menyebutkan nama korban, Rabu (27/1/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Bahri berharap, dilakukan penertiban terhadap para pelaku aksi balapan liar tersebut. “Kalau diingatkan oleh warga biasa, para pelaku balap liar itu tak pernah mau dengar. Kalau dipaksa dihentikan, selalu mengancam,” katanya.

Ditemui usai balapan, seorang pelaku balap liar yang enggan menyebutkan namanya mengaku, balap liar dilakukannya pada setiap sore hari. Khususnya pada waktu hari libur sekolah. “Ya, balapan. Taruhannya paling tinggi Rp100 ribu, tapi ada juga yang taruhan Rp5 ribu,” ujarnya.

Menurutnya, pelaku balap liar tidak hanya remaja dari Kecamatan Patia saja. Namun juga, ada peserta dari kecamatan lain seperti dari Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Sukaresmi.

Ditemui terpisah, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Surianeun Sudarna mengakui, Jalan Surianeun-Dungushaur kerap dijadikan arena balap liar. Warga pun sudah beberapa kali menyampaikan keluhan terkait masalah tersebut. “Memang kami sering mendapat keluhan warga. Namun, dalam waktu dekat ini kami akan berkoordinasi dengan kepala desa untuk mencari solusi agar para remaja tak melakukan balap liar lagi di jalan tersebut,” katanya.

Tekait hal tersebut, Kapolsek Patia AKP Muljadi belum bisa dimintai keterangan. Beberapa kali dihubungi, tidak diangkat, padahal ponselnya dalam keadaan aktif. (RB/mg-05/zis/dwi)