Lalu Muhammad Zohri tak kuasa menahan air matanya. Foto: JawaPos.com

JAKARTA – Atlet muda Indonesia, Lalu Muhammad Zohri yang sukses meraih medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U-20 tak sanggup menahan air matanya ketika disinggung soal kondisi rumahnya yang ada di Nusa Tenggara Barat. Dia mengaku rumah itu memiliki banyak kenangan indah.

Zohri sukses menjuarai nomor lari 100 meter dengan catatan waktu 10,18 detik di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7). Dia sukses menaklukkan dua pelari Amerika yaitu Anthony Schwartz (10,22) dan Eric Harrison (10,22).

Usai menjadi juara, kehidupan Zohri mendadak jadi bahan pembicaraan publik. Cukup menyayat hati memang, sebab kondisi rumahnya di Dusun Karang Pengsor, Pemenang, Lombok Utara, Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat itu terbilang sangat jauh dari kata kelayakan. Setelahnya, banyak pihak yang siap membantu dan bersedia mengeluarkan dana untuk merenovasi kondisi rumahnya. Kepada awak media, Zohri bercerita soal kenangan di rumahnya itu.

“Soal rumah, sebenarnya saya masih mengenang bagaimana dulu saya. Bagaimana dahulu, waktu ibu dan bapak saya masih hidup, banyak kenangan indah di sana,” ungkap Zohri sambil mengusap air mata saat ditemui di Bandar Udara Soekarno Hatta, Selasa (17/7) malam WIB.

Di hadapan awak media, ia mengaku tak menyangka bisa menjadi juara di pentas dunia. Apalagi saat ke semifinal, dia tak termasuk ke dalam daftar unggulan.

“Sebelum ke semifinal, saya sebelumnya cuma terbaik keempat. Tapi karena saya percaya diri dan percaya kepada Tuhan, Alhamdulillah bisa memberi yang terbaik,” katanya sebagaimana dilansir Jawa Pos.

Kini nama Zohri sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Kehidupan yang lebih baik pun telah menanti atlet 18 tahun tersebut. (ies/JPC/JPG)