Prof. Dr. H. Aswadi Syuhadak Nurudin sedang memberikan layanan bimbingan kepada sejumlah jemaah, Rabu (9/8). Foto: Daenul/Kemenag

MAKKAH – Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan dari Madinah ke Makkah sejak Sabtu (5/8) sampai Rabu (9/8) ini jumlahnya sudah lebih dari delapan belas ribu jemaah atau 45 kloter.

Kedatangan jemaah haji dari Madinah ke Makkah akan terus berlangsung hingga 21 Agustus mendatang. Mereka yang baru tiba di Makkah, akan melaksanakan ibadah umrah, setelah sebelumnya mengambil mikot di Bir Ali.

Konsultan Bimbingan Ibadah Daker Makkah Aswadi Syuhadak menganjurkan jemaah untuk beristirahat terlebih dahulu setibanya di hotel, dan tidak langsung umrah. “Jangan memaksakan diri sehingga dikhawatirkan akan menggangu kesehatan diri sendiri nanti,” kata Aswadi di Makkah, Rabu (9/8), sebagaimana dilansir Kemenag.

Humas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah dr. Ayesha mengimbau jemaah tidak memaksakan langsung beribadah bila kondisi fisik tidak memungkinkan/lelah. Menurutnya, hal itu justru  akan memacu timbulnya penyakit akibat daya tahan yang juga menurun.

Ia pun berbagi kiat menjaga kesehatan jelang umrah. Pertama, jika hendak ke masjid sebaiknya berangkat dua jam sebelumnya kondisi masjid sangat penuh. “Jadi luangkan waktu lebih banyak untuk menghindari salat di luar masjid. Jika terlambat, jemaah akan salat di pelataran masjid atau bahkan di jalan raya yang sangat panas. Faktor risiko dehidrasi, heat stroke dan kaki melepuh harus sangat diwaspadai,” ungkapnya.

Kedua, lanjut dia, membawa alat pelindung diri, seperti masker, kaos kaki, kantong kresek untuk menyimpan sendal, sajadah, snack dan air minum. “Ingat suhu saat ini dikisaran 45-50 derajat celsius dengan tingkat kelembaban yang sangat rendah,” terang Ayesha. (Romadanyl/Kemenag/Aas)