Tidak Direspon, Puluhan Warga Segel Gerbang TPSA Cilowong

Aksi unjuk rasa TPSA Cilowong

SERANG – Puluhan warga Kampung Pasir Gadung Rw 6 dan Cikoak, Jakung, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang menyegel pintu masuk Tempat Pembuangan Sampah Ahir (TPSA) Cilowong. Mereka menyegel TPSA lantaran aspirasi mereka tidak pernah direspon baik oleh pemerintah.

Pantauan Radar Banten Online di lokasi, Senin (6/6/2016), puluhan warga menutup jalan masuk gerbang TPSA Cilowong. Mereka menutup pintu dengan memasang spanduk-spanduk yang bertuliskan pesan-pesan tuntutan pada pemerintah Kota Serang. Sementara polisi Taktakan berjaga-jaga mengamankan jalannya unjuk rasa warga Cilowong.

Di lokasi depan Gerbang TPSA sempat ada ketegangan antara kepolisian dan warga. Sebab warga Cilowong membakar ban bekas. Namun selang beberapa menit ketegangan dapat diredam oleh kepolisian Taktakan.

Sementara itu koordinator lapangan Ela Wati mengatakan pihaknya akan terus menyegel pintu Gerbang TPSA Cilowong. Jika pihak Pemkot Kota Serang tak datang menemui warga. “Kami akan terus segel gerbang ini sampai ada pihak pemkot yang bisa menemui warga untuk mendengar aspirasinya. Sebab aksi ini bukan kali ini saja. Jadi harus ada tindakan nyata dari pemerintah,” ujarnya.

Dalam aksi kali ini, lanjut Ela, warga menuntut pemerintah agar mengurus limbah air lindih yang mengalir ke selokan warga, memberikan kompensasi buat masyarakat sekitar TPSA, merekrut warga sekitar TPSA untuk dipekerjakan di TPSA, menghentikan kegiatan angkutan mobil sampah swasta, membangun Puskesmas Pembantu (Pustu), mengobati warga yang terkena dampak lingkungan TPSA.

“Pemerintah harus bertanggung jawab. Jangan menutup mata melihat kenyataan warga sekitar Cilowong. Apalagi ada beberapa warga yang sampai terkena penyakit Kusta. Saya kira ini harus diseriusi oleh pemerintah karena kebijaknya ada di tangan mereka,” pungkasnya. (Ade F)