Tidur Tidak Teratur? Waspada Rentan Terkena Jantung Koroner

BAGAIMANA waktu tidur Anda selama ini? Sudah cukup, atau malah lebih? Hati-hati jika suka tidur berlebihan, penelitian terbaru mengungkapkan bahwa terlalu sering tidur bisa memicu penyakit jantung.

Tidur adalah fase paling penting dalam hidup manusia. Saat tidur, sel-sel baru meregenerasi sehingga tubuh bisa menjalani aktivitas pada keesokan harinya. Tidur berkualitas dibutuhkan agar tubuh selalu bugar dan tidak terlihat loyo. Tapi, hati-hati, tidur terlalu lama bisa membuat seseorang terserang penyakit jantung.

American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society mengeluarkan rekomendasi resmi untuk waktu tidur orang dewasa. Mereka menyebut setidaknya orang dewasa harus tidur 7-9 jam per hari atau tidak kurang dari 6 jam. Walaupun memang mereka tidak merilis apa bahaya dari tidur jika melebihi dari jumlah waktu itu.

Namun, para peneliti dari American Heart Association lewat jurnal yang mereka terbitkan pada Juli 2018 menyebutkan, ada risiko yang mengintai jika seseorang tidur lebih dari 8 jam sehari. Risiko yang dimaksud adalah kematian akibat penyakit jantung dan stroke. Hasil penelitian diperoleh dari kualitas tidur dan konsistensi waktu tidur selama ini.

Dalam sebuah analisis dari 74 penelitian terhadap lebih dari 3,3 juta orang mengenai durasi tidur dan penyakit kardiovaskular, para peneliti menyimpulkan bahwa orang yang tidur selama 10 jam memiliki peluang risiko 30 persen lebih untuk meninggal. Lalu, 50 persen lebih orang dengan waktu tidur lebih dari 9 jam rentan terserang penyakit kardiovaskular.

Konsistensi waktu tidur dibutuhkan

Saat tidur lebih dari 9 jam terkadang tidak terlalu berdampak signifikan terhadap kesehatan. Kuncinya adalah konsistensi. Jangan sampai Anda hari ini tidur 5 jam, sedangkan besok Anda tidur 10 jam. Jika itu berlangsung terus menerus penyakit akan datang.

Pasalnya, penelitian menunjukkan bahwa orang dengan pola tidur tidak teratur, 45 persen lebih rentan terserang penyakit jantung koroner. Selain itu, jika tidur tidak teratur, ritme internal tubuh seseorang menjadi tidak baik, menumpulkan kemampuan kognitif, dan emosi menjadi sulit dikendalikan.

Selain itu, kurangnya waktu tidur juga tidak bisa ditebus. Menurut Matthew Walker, ilmuwan yang sejak lama meneliti tentang tidur, jika Anda tidak tidur hari ini, Anda tidak bisa menebusnya pada esok hari.

“Tidur tidak seperti bank. Anda tidak dapat berutang dan melunasinya pada waktu kemudian. Jika saya tidak tidur sepanjang malam, dan kemudian pada malam berikutnya Anda semua bisa tidur dengan waktu yang Anda inginkan, Anda tidak akan pernah mendapatkan kembali semua yang telah Anda hilangkan,” ujar Walker. (RVS/klikdokter)