Tiga Alat Pendeteksi Tsunami Dipasang di Selat Sunda

PANIMBANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memasang tiga alat pendeteksi tsunami di wilayah Selat Sunda.


Deputi Bidang Geofisika BMKG Pusat Muhammad Sadly mengatakan, satu alat pendeteksi tsunami dipasang di dekat Gunung Anak Krakatau (GAK) dan dua alat lagi akan dipasang di wilayah megathrust Selat Sunda.

“Apabila terjadi gelombang tinggi, alat tersebut akan segera mengirim sinyal peringatan ke pusat BMKG. Kami melakukan pantauan selama 24 jam tujuh hari kerja. Jadi nanti kita bisa tahu apabila terjadi bencana tsunami sehingga masyarakat bisa segera dievakuasi dan menjauhi wilayah pantai,” kata Sadly pada acara mitigasi bencana di salah satu hotel di Tanjung Lesung, Kecamatan Panimbang, Selasa (9/4).


Hadir diacara tersebut Bupati Pandeglang Irna Narulita, Asda Bidang Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Indah Dinarsiani, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Syarif Hidayat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Girgi Jantoro, dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deni Kurnia.


Sadly menerangkan, sebagian besar bencana tsunami yang terjadi di dunia disebabkan oleh gempa bumi atau gempa tektonik. Sedangkan tsunami akibat letusan atau erupsi gunung merapi baru terjadi di Kabupaten Pandeglang.

“Sampai saat ini belum ada negara manapun yang menggunakan alat pendeteksi tsunami karena erupsi gunung atau vulkanik. Alhamdulilah BPPT (Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi) bekerja sama dengan kami akan memasang alat buih tsunami buatan dalam negeri,” katanya.

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengucapkan terima kasih atas pemasangan tiga alat pendeteksi tsunami.”Kami bersyukur. Ini perhatian besar dari BMKG untuk kita. Yang paling utama kita jangan panik. Kejadian itu pelajaran bagi kita. Saya juga akan buat regulasi agar homestay yang ada di bibir pantai tidak dijadikan untuk hunian. Harapan kami alat itu nantinya berfungsi dengan baik, dan bisa bermanfaat bagi keselamatan warga kami,” katanya. (Adib F)