Tiga Bakal Calon Independen Menguat

CILEGON – Pilkada Kota Cilegon 2020 diperkirakan diramaikan bakal calon walikota dan wakil walikota dari jalur perseorangan (independen). Bahkan yang sudah menguat dan tampak serius terdapat tiga pasangan. Di antaranya Ali Mujahidin dan Lian Firman, Malim Hander Jhoni dan Hawasi Sabrawi, serta Lukman Harun dan Nasir.

Ketiga pasangan itu telah memberikan surat mandat tim sukses ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon agar bisa mendapatkan password Sistem Informasi Pencalonan (Silon). Selain itu mereka juga mengutus tim IT untuk mengikuti bimbingan teknis (bimtek) pencalonan dan penggunaan aplikasi Silon bagi balon perseorangan di Greenotel Cilegon, Kamis (9/1).

Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi mengapresiasi keseriusan tiga bakal calon. Keseriusan itu terlihat dari sejumlah konsultasi yang telah dilakukan serta kehadiran tim untuk mengikuti bimtek pencalonan serta penggunaan aplikasi Silon.

Kata Irfan, bimtek penggunaan aplikasi Silon ini sangat penting karena seluruh proses untuk bisa maju di pilkada melalui jalur perseorangan harus melewati aplikasi tersebut. “Kami mengundang lima orang untuk setiap pasangan balon perseorangan,” kata Irfan.

Menurut Irfan, tim IT pasangan balon harus memahami penggunaan Silon karena harus meng-input data dukungan masyarakat minimal sebanyak 24.699 orang yang berasal  minimal dari lima kecamatan di Kota Cilegon. “Data yang di-imput oleh tim dari pasangan balon jalur perseorangan yaitu berupa NIK (nomor induk kependudukan), nama lengkap, jenis kelamin, alamat, dan pekerjaan. Kemudian Silon secara otomatis akan memproses data-data tersebut ke dalam sejumlah form yang harus diserahkan ke KPU Kota Cilegon pada masa penyerahan syarat dukungan pada 19 hingga 23 Februari nanti,” papar Irfan.

Setelah menyerahkan berkas syarat dukungan, selanjutnya, KPU Kota Cilegon akan melakukan penghitungan syarat minimal dan sebaran. Selanjutnya secara berturut-turut melakukan verifikasi administrasi meliputi kegandaan dan juga kelengkapan data kependudukan, verifikasi faktual di lapangan, rekapitulasi, dan verifikasi faktual perbaikan.

Irfan berharap dengan adanya bimtek ini terjadi persamaan persepsi antara balon jalur perseorangan sehingga proses penyerahan persyaratan hingga pendataran bisa berjalan dengan lancar.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu balon walikota Cilegon jalur independen, Ali Mujahidin mengaku akan mengikuti setiap tahapan yang telah ditetapkan oleh KPU Kota Cilegon. Ia bersama Lian Firman mengaku telah lama bergerak mengumpulkan syarat dukungan seperti yang telah ditetapkan oleh KPU. Adapun sisa masa penyerahan syarat dukungan yang tinggal satu bulan, ia tidak mempersoalkan. “Pelan-pelan aja. Semua tahapan kita lalui bersama masyarakat bareng-bareng,” ujarnya.

Disinggung terkait alasannya memilih Lian Firmas sebagai balon wakil walikota, pria yang kerap disapa Mumu itu menilai perlu adanya keterwakilan kalangan muda dalam memimpin Kota Cilegon. “Dia juga asli putra daerah, kemudian saya perlu partner yang bersih dan jujur. Lian saya nilai punya kapasitas,” ujarnya.

Di lain pihak, balon walikota Cilegon Malim Hander Jhoni menjelaskan, upaya memenuhi syarat dukungan saat ini sedang dilakukan oleh sejumlah relawan yang sejak dari awal mendorongnya untuk maju di pilkada. “Teman-teman yang mengumpulkan, sudah sampai sejauh mana saya belum memonitor lagi,” ujar Joni.

Soal ditetapkannya Hawasi Sabrawi sebagai balon wakil walikota Cilegon diakui Joni merupakan keinginannya. Hawasi yang juga politikus Partai NasDem dinilai memiliki kesamaan pandangan, nilai-nilai perjuangan dan ide. “Yang kita nilai itu future, ke depan, feasibility-nya gimana,” kata Joni.

Sementara itu, di antara ketiga pasangan balon independen, pasangan Lukman Harun dan Nasir sudah lebih dulu secara terbuka mendeklarasikan akan maju di Pilkada Kota Cilegon. Duet kiai dan pengusaha bahkan telah membentuk tim pemenangan.

Ketua timses Lukman-Nasir, Mustauridi, mengaku telah bergerak di 43 kelurahan yang tersebar di delapan kecamatan se-Kota Cilegon dalam upaya mengumpulkan syarat dukungan jalur perseorangan. “Ya kita ikuti sesuai tahapan yang ditetapkan oleh KPU,” ujarnya. (bam/ibm/ags)