Tiga Bulan Menghilang, Qonita Pulang Setelah Dirayu Satintel Polres Cilegon

CILEGON – Sempat menghilang secara misterius sejak 1 April 2016 lalu, Qonita Nur Ulfah (19) warga Lingkungan Sambilanggon, RT 1/05 Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Cibeber akhirnya kembali ke Kota Cilegon berkat usaha dan kerja keras Satintelkam (Satuan Intelijen dan Keamanan) Polres Cilegon. Saat ini Qonita masih diamankan oleh pihak kepolisian di Mapolres Cilegon sebelum diserahkan kembali kepada keluarganya, Sabtu (23/7).

Untuk diketahui, sebelumnya Qonita seorang mahasisiwi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (STIKOM) Al-Khairiyah Cilegon ini pergi meninggalkan rumahnya dengan terlebih dahulu menampakan perubahan tingkah laku yang aneh dan lebih tertutup. Diduga perilaku tersebut berawal saat Qonita mulai mengikuti pengajian di wilayah Lingkungan Jerang Ilir, Kecamatan Cibeber.

Setelah beberapa hari tidak pulang ke rumah akhirnya kedua orang tua Qonita, yakni Sumarni (44) dan Turiman melaporkan kehilangan anaknya tersebut kepada pihak Polres Cilegon.

“Setelah kita melakukan pencarian, kita lacak keberadaannya dan kita ketahui dia (Qonita) berada di Bekasi. Kita terus melakukan bujuk rayu dan akhirnya Qonita dapat kembali ke sini setelah kita melaporkan bahwa orang tuanya sedang sakit,” ujar Kasatintelkam Polres Cilegon AKP Awab.

Di tempat yang sama, Kapolres Cilegon AKBP Raden Romdon Natakusuma mengatakan, pencarian yang terbilang singkat selama tiga bulan ini merupakan hasil kerja sama pihak kepolisan dan bantuan masyarakat. “Kami tekun dan terus mencari yang sesungguhnya menggunakan dana organisasi.” ujarnya.

Lebih lanjut, Romdon mengimbau agar para orang tua memberikan pengawasan ketat terhadap anaknya, agar tidak mengalami hal serupa seperti kejadian ini. “Kita arahkan kepada RT, RW dan masyarakat setempat untuk lebih memantau tentang kelompok radikalisme terkait aliran keagamaan yang dilarang. Tapi sejauh ini di Kota Cilegon masih dinyatakan aman,” katanya. (Riko)