Tiga Calon Diprediksi Bertarung di Pilkada Kabupaten Serang

0
410 views

SERANG – Pengamat politik Suwaib Amirudin memprediksi bakal ada tiga calon yang maju di Pilkada 2020. Mereka berasal dari calon petahana, kalangan akademisi dan birokrat, serta gerbong politisi lainnya.

Hal itu disampaikan Suwaib setelah melihat tingginya antusias sejumlah tokoh dalam penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di beberapa parpol. “Saya rasa akan ada tiga rumah besar dalam pilkada nanti,” katanya kepada Radar Banten melalui sambungan telepon seluler, Rabu (27/11).

Kendati demikian, ia enggan menyebutkan siapa saja yang nanti diprediksi akan maju di pilkada. Namun, secara garis besar, selain petahana juga akan ada tokoh lainnya dari kalangan akademisi dan politikus yang akan maju di pilkada. “Sekarang ini tokoh-tokoh sudah mulai bermunculan,” ujarnya.

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) itu mengatakan, parpol saat ini sedang membuka peluang besar-besaran untuk para calon. Hal itu dinilai Suwaib merupakan tradisi parpol ketika menghadapi pemilu. “Ini yang bisa dimanfaatkan oleh para calon, kemudian juga bisa membangun citra parpol bahwa parpol itu terbuka seluas-luasnya,” terangnya.

Menurut Suwaib, saat ini masing-masing bakal calon masih dalam tahap membangun citra. Karena untuk maju di pilkada, setidaknya harus ada dua syarat mutlak, yakni mempunyai popularitas yang tinggi dan dapat diterima oleh parpol. “Sekarang ini sudah banyak yang manggung, politisi, akademisi, birokrat sudah mulai bermunculan,” ujarnya.

Ia juga bependapat jika mantan bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman (ATN) juga masih mempunyai popularitas yang patut diperhitungkan untuk mencalonkan seseorang. Terlebih lagi, saat ini  ATN sedang gencar-gencarnya komunikasi dengan beberapa parpol. “Tapi, tokoh yang sedang manggung selalu dilirik oleh parpol,” ucapnya.

Senada disampaikan pengamat politik dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Zainor Ridho. Ia juga memprediksi akan ada tiga calon yang maju di pilkada. Namun, menurutnya, satu dari tiga calon itu hanya akan menjadi pemecah suara.  “Kalau melihat peta terakhir seperti itu, tapi masih ada waktu bagi parpol untuk memunculkan sosok,” katanya.

Ia memprediksi akan ada dua tokoh sentral pada Pilkada 2020. Petahana akan berhadapan dengan akademisi-birokrat, atau bisa saja berhadapan dengan akademisi-politisi. “Sekarang bagaimana parpolnya saja,” ujarnya.

Menurut dia, partai politik saat ini belum terlihat arahnya di Pilkada 2020. Karena, belum ada kader partai yang memiliki popularitas yang tinggi. Namun, kata Zainor, parpol masih mempunyai waktu untuk memunculkan kader-kadernya. “Kalau popularitas saat ini masih dipegang oleh Tatu, karena dia saat ini masih menjabat,” ucapnya.

Diberitakan Radar Banten sebelumnya, belasan tokoh mendaftarkan diri pada penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di beberapa parpol. Mereka ada yang mengincar bakal calon bupati, bakal calon wakil bupati, hingga ada yang ingin disandingkan dengan calon petahana Ratu Tatu Chasanah. (jek/zee/ira)