Tiga Kandang Ayam di Tirtayasa Ludes Terbakar

0
81

SERANG – Tiga kandang ayam sekaligus ludes terbakar di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Sabtu (21/12) malam. Di malam yang sama, dua pohon di lokasi yang berbeda di Kecamatan Tanara tumbang dan menimpa rumah warga.

Saat itu, wilayah Serang Utara diterjang hujan deras yang disertai angin kencang. Tiba-tiba, sekitar pukul 20.30 WIB, kandang ayam milik Mukammad roboh dan menimpa alat pemanas ayam yang ada di bawah bangunan.

Kemudian, alat pemanas itu meledak dan menimbulkan percikan api. Kobaran api kemudian membakar bangunan kandang ayam yang terbuat dari kayu dan bambu. Kemudian, api merambat ke dua kandang ayam milik warga lainnya yang berdekatan.

Sekretaris Desa Tengkurak Hendra Saputra mengatakan, saat itu pengelola kandang ayam sedang berada di lokasi. Beruntung, pengelola kandang ayam tidak ikut tertimpa bangunan. “Langsung menyelamatkan diri,” katanya kepada Radar Banten, Minggu (22/12).

Hendra mengatakan, akibat kebakaran tersebut tiga kandang ayam itu ludes terbakar beserta isinya. “Masing-masing kandang ayam diperkirakan ada 10.000 ayam ternak, semuanya ikut terbakar,” ujarnya.

Meskipun dalam kondisi hujan, kata dia, api yang membakar tiga kandang ayam itu tidak langsung padam. Warga yang melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya juga kewalahan untuk memadamkan api. “Akhirnya kita lapor ke pemadam kebakaran,” ucapnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengaku sudah menerjunkan personel ke lokasi kejadian. Akibat kebakaran itu, tiga kandang ayam mengalami rusak berat. “Kerugian mencapai Rp450 juta,” katanya.

Di malam yang sama, kata Nana, pohon berukuran besar tumbang di Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara sekitar pukul 20.18 WIB. Pohon tumbang itu sempat menutup akses jalan setempat.

Kemudian, pada pukul 22.00 WIB, pohon tumbang juga terjadi di Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara. Pohon berukuran besar itu menimpa rumah warga milik Wawan yang berada di sekitarnya. Akibatnya, rumah milik Wawan mengalami rusak sedang dan kerugian sekira Rp10 juta.

Sementara, di Desa Panosogan, Kecamatan Cikeusal satu rumah warga milik Narti diterjang angin kencang sekira pukul 23.00 WIB. Rumah Narti mengalami kerusakan berat di bagian atap rumah dan beberapa bagian bangunan. Narti mengalami kerugian hingga Rp50 juta. (jek/zee)