Kepala BNN Provinsi Banten, Brigjen Pol Tantan Sulistyana didampingi Kepala BNN Kota Cilegon AKBP Asep Muhsin Jaelani, menjadi pembicara pada acara Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkorba di Lingkungan Swasta, yang digelar di Cilegon City Hotel, Kamis (21/3).

CILEGON – Tiga kecamatan di Kota Cilegon dinilai rawan peredaran narkotika, psikotropika dan obat terlarang (barkoba), yaitu Kecamatan Citangkil, Pulomerak, dan Jombang.

“Ada tiga kecamatan yang menjadi perhatian yaitu Kecamatan Citangkil, Pulomerak, dan Jombang. Itu wilayah yang sering ditemukan kasus narkoba,” kata Kepala BNN Kota Cilegon AKBP Asep Muhsin Jaelani acara Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkorba di kalangan swasta, yang digelar di Cilegon City Hotel, Kamis (21/3).

Ia mengungkapkan, alasan dijadikannya Cilegon menjadi tempat peredaran narkoba karena kondisi Kota Cilegon sebagai kota industri. Kemudian maraknya tempat hiburan, termasuk maraknya tenaga kerja asing. Namun, Asep tidak secara detail merinci jumlah kasusnya. “Kota Industri magnet bagi yang lain,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan, khususnya di lingkungan pendidikan, pemerintahan, dan termasuk swasta. “Tidak bisa BNN, penegak hukum lainnya yang melakukan. Tapi semua pihaknya,” imbuhnya.

Selain itu, kata Asep, pada tahun 2019 berdasarkan arahan dari BNN dan ditindaklanjuti BNN Provinsi, pihaknya mencangkan program Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar). Langkah ini dilakukan sebagai upaya dengan melibatkan pemerintah tingkat kelurahan, RT, RW dan masyarakat dalam menekan peredaran narkoba.

“Peredaran narkoba itu merata dimana-dimana. 2019 ini, kita merencanakan program Bersinar. Di kota Cilegon ada enam lingkungan dan kelurahan yang menjadi pilot project kita,” terangnya. (Fauzan Dardiri)