Tiga Kecamatan di Cilegon Tak Punya Hydrant

CILEGON – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon mengaku membutuhkan penambahan hydrant. Penambahan tersebut diperlukan untuk memaksimalkan upaya pemadaman ketika terjadi kebakaran di Kota Cilegon.

Kepala DPKP Cilegon Nikmatullah menjelaskan, penambahan hydrant menurutnya paling utama dilakukan di Kecamatan Purwakarta, Grogol, dan Pulomerak. Karena sampai saat ini di tiga kecamatan itu belum ada hydrant sama sekali. “Kendalanya, tiga kecamatan itu belum ada jaringan pipa ledeng,” ujarnya Kamis (29/3).

Menurut Nikmatullah, ketiadaan hydrant di tiga kecamatan tersebut dikhawatirkan berdampak buruk saat musibah kebakaran terjadi di tiga kecamatan itu. “Seumpama saat melakukan pemadaman, air pada tangki yang kami bawa habis, tentu tim harus mengambil air ke hydrant terdekat. Jika di kecamatan itu tidak ada, berarti petugas harus pergi ke kecamatan terdekat yang ada hydrant-nya,” ujarnya.

Menurut Nikmatullah, pihaknya ingin mengusulkan pengadaan hydrant di tiga kecamatan itu. Namun, ketiadaan jaringan pipa ledeng membuat niat itu diurungkan. Oleh karena itu, keberadaan pipa ledeng menjadi penting. Jika ada pengadaan jaringan pipa ledeng baru, lanjut Nikmatullah, pihaknya akan segera melakukan pengadaan hydrant.

Kepala Seksi Sarana Prasarana DPKP Cilegon Agustawan menambahkan, saat ini pemadam kebakaran memiliki 32 hydrant yang tersebar di seluruh kecamatan kecuali tiga kecamatan itu.

Yang terakhir, pemasangan hydrant dilakukan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) yang dilakukan pada akhir tahun lalu bertepatan dengan pengadaan jaringan pipa baru oleh Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Cilegon. “Untuk pemadaman, selain hydrant, kita juga punya tiga tanki air dan satu tangki foam,” katanya. (Bayu M/RBG)