Tiga Kecamatan di Kota Serang Endemi DBD

Ilustrasi/ Inet

SERANG – Tiga kecamatan di Kota Serang ‎masuk dalam kategori daerah yang sering ditemukan (endemis) Demam Berdarah Dengue (DBD). Ini disebabkan setiap tahunnya ditemukan kasus DBD. Ketiganya adalah Kecamatan Serang, Taktakan, dan Curug.

‎Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan Penyakit Bidang P2PL Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Muhamad Affan ‎mengatakan, saat ini jumlah kasus DBD berdasarkan data laporan Puskesmas sudah mencapai 37 kasus. Dari jumlah itu satu diantaranya meninggal dunia.

“Dari tiga kecamatan yang masuk daerah endemi, terbanyak di Kecamatan Serang yakni ada 27 kasus yang tersebar di ‎ Puskesmas Ciracas 10 kasus, Puskesmas Singandaru 8, Puskesmas Serang 6, dan Puskesmas Unyur 5,” kata Affan, Rabu (27/1/2016).

Sementara di Taktakan, tambah Affan, ada 4 kasus, dan Curug 6 kasus. Kecamatan ‎Cipocok Jaya tidak ada kasus, begitu juga dengan Kecamatan Kasemen, dan Walantaka.

“Bahkan untuk tahun ini, Kota Serang untuk kasus DBD sudah masuk Kejadian Luar Biasa (KLB) karena ada yang meninggal, dan tahun sebelumnya di bulan yang sama tidak ada. Hanya saja jumlah kasusnya sampai akhir Januari ada 45 kasus,” kata Affan.

‎Affan menjelaskan, sebenarnya di Kota Serang sudah terbentuk Pokja DBD di setiap kecamatan, yang diketui camat masing-masing. ‎Namun hingga kini belum optimal, dimana saat ada kasus ini langsung ke Dinkes, harusnya ditangani terlebih dahulu oleh bidan desa dulu. Sehingga kelurahan, kecamatan lebih tahu duluan karena tujuan adanya pokja ini untuk mengawal pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

“Untuk mencegah demam berdarah digunakan program 3M, lebih bagus dalam membunuh jentik nyamuk, dan meminimalisir terjadinya penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ketimbang fogging,” tandasnya. (Fauzan Dardiri)